Syafruddin : Berita Dimedia Online Terkait Penganiayaan Dilakukan Oleh Oknum Anggota Polairud Inisial HSB Adalah HOAX

Senin, 18 April 2022 | 20:05

Bagikan:
Photo : Kuasa hukum HSB Dr.Syafruddin.SH.MH 


TARAKAN -  korandigitalnet.com - Tuduhan atas penganiayaan yang dilakukan oleh HSB oknum anggota Polri terhadap salah satu wartawan inisial MD di Kaltara telah menemui titik terang, Hal tersebut disampaikan oleh kuasa hukum HSB Dr Syafruddin.SH.MH di depan awak media.(18/4/2022).


Syafruddin yang ditemui Korandigitalnet.com mengatakan, Tuduhan penganiayaan yang dilakukan oleh HSB terhadap MD tidak terbukti atau Hoax,"Saya sengaja mengundang rekan-rekan media pada malam hari ini tak lain adalah ingin menyampaikan bahwa, kalau klien kami saudara HSB tidak terbukti melakukan penganiayaan, hal tersebut dibuktikan dengan pengakuan pelapor MD melalui video klarifikasinya pada tanggal 11 April 2022,,"Kata Syafruddin.


"Dalam video tersebut, MD mengakui kalau pemberitaan dibeberapa media online di Kaltara terkait pemukulan yang dilakukan oleh oknum anggota Polairud inisial HSB terhadap dirinya tidaklah benar, atau bohong, bahkan dalam cuplikan video yang viral tersebut saudara MD meminta maaf kepada HSB,"Kata Syafruddin.


Syafruddin juga menguraikan bahwa dugaan adanya laporan palsu yang dilakukan oleh MD sudah terbukti,"Kami yakin HSB tidak melalukan penganiayaan seperti yang dituduhkan, makanya pada tanggal 5 Maret lalu kami melaporkan balik MD di Polres Tarakan, Sambil menunggu MD ini muncul, untuk mempertanggung jawabkan tuduhannya itu, sampai akhirnya muncul video klarifikasi dan surat pernyataan ke Propam Polda Kaltara yang mengatakan kalau dirinya tak pernah dianiaya oleh HSB,"Urainya.


"Jadi semua sudah jelas, kalau apa yang diberitakan di media itu adalah berita bohong, teman-teman media juga harus prifesional dalam mencari berita, harus berimbang sehingga tak jadi berita hoax, okelah, persoalan HSB dan MD di anggap selesai, tinggal menunggu MD bersama-sama ke Polres untuk mencabut laporan kami, yang pasti laporan kami di Polres akan kami cabut, tinggal menunggu kesiapan MD saja,"Jelas Syafruddin.


Ditanya soal apakah media yang merilis berita hoax tersebut akan dilaporkan, Syafruddin menjawab, Dirinya akan mendalami dan mengumpulkan bukti-bukti dulu,"Kami sudah ada bukti screnshot pemberitaan media online, kami siapkan dulu dan insya Allah akan kami laporkan, kan sudah jelas dalam UU ITE , bahwa menyebarluaskan berita hoax atau bohong adalah pidana, coba buka Pasal 28 UU ITE No.11 tahun 2008, saya tidak usah jelaskan, rekan-rekan pasti sudah paham,"Ungkapnya


"Jadi pesan saya kepada awak media untuk selalu menjaga kenetralannya dalam pemberitaan, misalnya kasus HSB dan MD, inikan semacam mau digiring ke politk, jadi jangan ada dusta diantara kita, kalau begini pemberitaannya kan kami curiga, ada apa sebenarnya di balik MD ini,"Tegas pengacara kondang ini. (Ansor)

Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM