Stafsus Mentan Sebut SP3 Pas untuk Food Estate

Thursday, December 17, 2020 | 09:05

Bagikan:

FOOD ESTATE : Stafsus Mentan, Yesiah Eri Tamalagi saat melakukan kunjungan kerja ke food estate SP3 Tanjung Buka, Bulungan, Rabu (16/12) siang.


TANJUNG SELOR – KORANDIGITALNET.COM -  Staf Khusus (Stafsus) Menteri Pertanian, Yesiah Eri Tamalagi melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Rabu (16/12). Dalam kunjungannya itu, Eri disambut oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Wahyuni Nuzban.


Disebutkan Wahyuni, Stafsus Mentan tersebut ke Kaltara untuk meninjau lokasi food estate di SP3 Tanjung Buka. Sekaligus dalam rangka penguatan sinergitas pembangunan pertanian bersama stakeholder di Kaltara menuju pertanian maju mandiri dan modern. “Sekaligus meninjau beberapa lahan pertanian yang merupakan komoditi strategis yang menjadi fokus dibudidayakan oleh petani yang ada di SP3 yakni bawang merah dan cabai,” katanya.


Sementara itu, di lokasi kunjungan, Eri juga mengajak kelompok tani untuk berdiskusi terkait kebutuhan dan kendala apa saja yang menjadi tantangan yang dihadapi oleh petani.


“Saya berterima kepada DPKP Kaltara dan Bulungan yang luar biasa melakukan pendampingan kepada para petani. Seperti yang kita lihat tadi, berkat optimasi lahan, lahan yang biasanya terendam sekarang bisa dipakai untuk menanam. Menurut saya, sudah tepatlah disini akan dibangun food estate, tinggal bagaimana dinas terkait mengkoordinasikannya dengan tepat,” ucap Eri.


”Apalagi Pak Menteri Pertanian akan hadir di Kaltara pada 19 Desember nanti. Itu berarti langkah maju progress dari food estate ini pasti akan lebih baik lagi,” timpalnya.


Eri berharap, produksi pertanian di wilayah food estate khususnya, tak lagi hanya untuk memenuhi kebutuhan local tapi juga mampu menyuplai daerah lain. “Melihat perkembangan yang ada, rencana food estate ini semestinya tak hanya menjadi tugas dinas petanian, tapi perlu berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pembangunan food estate di Kaltara bisa sukses. Dalam artian, komoditasnya mungkin dari pertanian tapi infrastruktur yang lain itu ada di kementerian-kementerian yang lain,” ulasnya.


Eri juga menitipkan pesan kepada para petani. “Jangan lelah untuk terus bertani. Karena kalau petani sudah putus asa, memulai kembali pasti akan sulit. Saya harap kepada dinas terkait agar inovasi dari salah satu petani, tolong dikemas kirim ke kementerian agar bisa diteliti. Dan, kami akan bantu kawal, mungkin bisa disertifikasi sehingga tidak hanya dimanfaatkan sendiri tapi bisa saja bermanfaat petani seluruh Indonesia,” tutupnya.(humas / yn)

Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM