Bersyukur Diberikan Tambahan Insentif, Guru dan Penyuluh Berharap Dilanjutkan

Wednesday, November 4, 2020 | 19:23

Bagikan:


TANJUNG SELOR – KORANDIGITALNET.COM - Salah satu program strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang merupakan kebijakan Gubernur H Irianto Lambrie adalah pemberian tambahan insentif kepada para penyulu dan semua guru di semua jenjang pendidikan. Baik itu guru PNS maupun non PNS.


Pemberian insentif dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan guru dan penyuluh. Penyalurannya melalui dua cara. Untuk kepada guru TK/PAUD, SD, hingga SMP, serta penyuluh disalurkan lewat Bantuan Keuangan (Bankeu) Khusus lewat Pemerintah Kabupaten/Kota. Ini karena jenjang pendidikan tersebut kewenanganya di bawah pemerintah kabupaten/kota.


Pemberian insentif ini, merupakan kebijakan langsung kepala daerah. Dalam hal ini Gubernur. Dengan pertimbangan, untuk memotifasi para tenaga pengajar maupun penyuluh agar lebih bersemangat dalam menjalankan tugasnya.


Besaran insentif yang diberikan cukup besar. Untuk tenaga pendidik dan kependidikan PNS dan Non PNS diberikan sebesar Rp 500 ribu per bulan. Sedangkan kepada penyuluh pertanian dan perikanan PNS Rp 1,5 juta per bulan, dan untuk penyuluh pertanian dan perikanan Non PNS Rp 1 juta per bulan.


Pemberian insentif ini disambut gembira para penerimanya. Mereka bersyukur dan berharap program ini terus dilanjutkan.


Heri, salah seorang Guru Tidak Tetap (GTT) di salah satu sekolah di Tanjung Selor mengaku, berterima kasih kepada Pemprov Kaltara, utamanya Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie atas kebijakan insentif itu.


“Dari 2015 menjadi guru dengan status tidak tetap, baru pada 2017 sudah menerima insentif GTT dengan besaran Rp 500 ribu per bulan,” katanya.


Sebagai perantau, Heri mengaku insentif ini sangat membantu meringankan biaya hidupnya. “Semoga Pemprov Kaltara dapat terus memperhatikan kesejahteraan para guru dengan pemberian insentif ini,” lanjutny.


Serupa, guru honorer PAUD Benuanta, Nurlaila Handayani juga mengaku terbantu dengan insentif tersebut. “Saya menjadi guru dari 2012 dan gajinya sebesar Rp 500 ribu per bulan. Dengan diberikannya tambahan insentif dari Pemprov Kaltara sebesar Rp 500 ribu per bulan ini, cukup membantu biaya hidupnya,” katanya.


 “Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Kaltara dan Pak Gubernur atas insentifnya. Semoga kedepannya insentif ini dapat terus berlanjut terutama bagi kami guru honorer,” imbuhnya.


Pernyataan sama juga dilontarkan Imam Rokhimin, salah seorang penyuluh pertanian. “Saya sudah menerima insentif pertanian sejak 2013 dari Pemprov Kaltara, sebesar Rp 1,5 juta. Tentu saja, saya sangat bersyukur karena selain dapat digunakan untuk menyejahterakan keluarga, juga dapat membantu operasional, meningkatkan kapasitas, dan menunjang kami untuk semakin profesional dalam bekerja,” urainya.


Insentif ini juga membuat para penyuluh semakin semangat bekerja. Seperti yang diungkapkan, rekan sejawat Imam, Mulyono. “Saya sangat berterima kasih dengan insentif yang diberikan. Dan, berharap dapat terus dilanjutkan,” tutur dia. (y)

Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM