BUNYU - korandigitalnet.com - 9 Dari 10 stasiun gas yang ada di Pulau Bunyu mengalami kerusakan berupa kebocoran dan harus segera dibenahi karna beberapa berada tak jauh dari fasilitas publik seperti sekolah, mesjid, bahkan kantor kecamatan.
Hal ini disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) dari Praksi Nasdem Arkanata Akram saat meninjau lokasi kebocoran Jaringan Gas (Jargas) di Pulau Bunyu Bersama dengan Anggota Komite Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas (Migas) Muhammad Ibnu Fajar dan Perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara Kamis kemarin (6/2).

Dikatakannya Hasil kunjungan ini akan dibawa ke Rapat Dengar Pendapat (RDP) komisi 7 DPR RI bersama dengan Direktorat Jenderal (Dirjen) Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral beserta Perusahaan Gas Negara yang menjadi pemilik mayoritas saham di PT. Perta Gas Niaga (PGN) yang mengelola Jaringan Gas di Kecamatan Bunyu
“Dari laporan yang saya terima 10 stasiun gas ini mengalami kerusakan mulai dari 2017 yang lalu dan baru satu yang dibenahi hingga saat ini.” Uangkap Arkanata.
Selain itu, kasus pipa jargas yang muncul bahkan hingga kebadan jalan juga banyak terjadi namun belum ada tindakan yang tegas dalam menangani hal ini bahkan Ada ratusan kasus yang sama kata warga setempat.

” Memang tidak tidak memenuhi spesifikasi yang diharuskan yang mana dengan ukuran pipa 3 atau 2 inch harusnya ditanam minimal 50 sampai 60 cm kedalam tanah dan wajib diberi pelapis.
Menurutnya, ini sebuah ketinggalan yang harus segera diselesaikan.
Anggota DPR RI yang juga Anak Gubernur Kaltara ini juga mengapresiasi apa yang dilakukan Perusahaan pertan Gas Niaga yang melibatkan masyarakat lokal Bunyu untuk bekerja di sana namun masih ada beberapa koreksi yang juga akan disampaikan dalam RDP yang akan datang  misalnya Standar Operasional Prosedur yang diberikan ke mereka belum jelas, bahkan pelatihan kata Arkanata belum dilakukan kepada masyarakat yang direkrut.
“Jika masalahnya terjadi 2017 kemudian mereka direkrut pada 2018 artinya mereka begitu masuk langsung dibebani dengan masalah tanpa pelatihan.” Tandasnya.(ZL)