Harga Udang Windu di Cold Storage Berbeda Dengan Tabel Harga Yang Viral ?

Kamis, 20 Februari 2020 | 09:59

Bagikan:
HARGA UDANG : Saat berlangsungnya Forum Rapat Group (FGD) antara DKP Kaltara, Cold Storage dan perwakilan petani tambak, di Kantor Penghubung Provinsi Kalimantan Utara di Jl.Mulawarman Kota Tarakan.(20/20)



Tarakan - KORANDIGITALNET.COM - Menyikapi soal harga udang windu yang mengalami penurunan dibeberapa bulan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Kelautan Perikanan Kaltara, menginisiasi pertemuan antara petambak dengan pihak Cold Storage yang dikemas dalam bentuk  Forum Group Diskusi (FGD),Guna mencari solusi harga udang yang nilai para petambak terlalu murah, Pertemuan tersebut digelar di Ruang Badan Penghubung Provinsi Kaltara, Jalan Mulawarman Kota Tarakan, Kamis (20/2/2020).

Menurut Kepala Dinas Kelautan Perikanan Kaltara H Amir Bakry bahwa, Dari sejumlah pihak Cold Storage yang hadir pada pertemuan tersebut, hanya menerangkan soal perbedaan harga udang"Cold Storage tidak mengutarakan berapa harga pasaran tertinggi diluar negeri yang selama ini menjadi tujuan ekspor Cold Storage, Namun kebanyakan hanya menerangkan soal perbedaan harga udang bila menjual langsung Cold Storage di banding menjual melalui perantara pihak tertentu,"Kata H Amir.

Saat berlangsungnya rapat FGD


"Dari PT Mustika misalnya, membuka tabel harga yang ada di perusahaan tersebut, dimana pihaknya memberikan gambaran tentang harga udang windu dengan zise 20 yang mencapai 207.000/Kg, itupun belum termasuk nilai tambah jika udang milik petambak memiliki kualitas baik, artinya, akan ada tambahan harga yang telah di tetapkan oleh pihak Cold Storage,"Jelas H Amir.

Dalam forum tersebut, pihak Cold Storage juga menguraikan bahwa, harga udang windu yang dinilainya belum membaik, dikarenakan adanya pengaruh dari isu global yaitu isu Virus Corona.

"Pemerintah provinsi dalam hal ini DKP Kaltara, tentunya tidak akan pernah diam bila ada persoalan yang di alami para petani dan nelayan, karena mengingat, hasil laut merupakan komoditi yang berprospek cerah di Kalimantan Utara ini, Nantinya juga kita akan kumpulkan para petani tambak, dengan para pos pembelian ini, karena harga di Cold Storage sangat jauh dengan harga yang ada di pengepul, ini terjadi, karena ada beberapa kios pembelian diduga masih menggunakan sistem komisi, Padahal dulunya sudah di sepakati bahwa, sistim komisi di tiadakan," Tegas H Amir.

Nampak perwakilan petambak mendengarkan penyampaian dari pihak Cold Storage


Dalam pertemuan yang dimulai pada jam 20.00 Wita dan berakhir pada jam 24.00 wita tersebut, Pihak Cold Storage membuka tabel harga udang dari zise kecil sampai zise besar, dan dalam kesempatan itu juga, para petambak diberikan pilihan, apakah ingin mendapatkan harga sesuai dengan yang ditawarkan oleh pihak Cold Storage, maka petambak harus mengantar langsung udangnya ke Cold Storage, tanpa melalui perantara pihak tertentu.

"Tapi kita juga harus memikirkan tentang bagaimana masyarakat Kaltara ini sejahtera, karena ada sebagian orang yang melakukan bisnis udang atau kata lainnya membuka pos pembelian udang, itu juga harus kita pikirkan, Insya Allah, dalam waktu dekat, kita juga akan memanggil para pelaku usaha ini untuk duduk bersama, sehingga harga udang bisa sama dan stabil kembali,"Urai H Amir.

Lebih lanjut H Amir juga menghimbau kepada masyarakat petani tambak, saat ini Kementerian Kelautan Perikanan juga memberikan informasi bahwa ,saat ini pemerintah memberikan peluang bagi petani tambak yang ingin mengajukan pinjaman melalui program Perikan sejahtera,"Nantinya kredit sejahtera nantinya akan melalui DKP kabupaten kota, disana juga akan diberikan pendamping guna mempermudah petani tambak untuk melakukan pinjaman, bunganya juga sangat kecil, pertahun hanya 3 % dari nilai pinjaman,"Imbuhnya.

"Pemprov melalui DKP Kaltara juga akan memfasilitasi para petani tambak guna mendapatkan sertifikasi tambak agar nantinya udang mereka bisa bernilai ekspor," Jelas H Amir.

Saat ini, Negara yang mengembangkan udang paname sedang melakukan panen raya, seperti Ecuador, India, Vietnam yang mengekspor langsung ke Cina, juga mengalami kesulitan untuk masuk ke negara yang mengalami dampak virus Corona ini.

"Memang Virus Corona ini sedikit berimbas pada hasil laut kita, dimana semua barang yang akan masuk ke Cina di tolak, ditambah lagi turis asing masih takut masuk ke negara tersebut, otomatis, orang yang mengkonsumsi hasil laut ini jadi berkurang, karena perekonomian dibeberapa daerah di Cina saat ini lumpuh dan masih belum stabil,'Tutup H Amir.( YL )
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM