Erick : Generasi Milenial Jangan Terjebak Dalam Mitos Perayaan 14 Februari

Thursday, February 13, 2020 | 19:31

Bagikan:
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tarakan Erick Hendrawan.



TARAKAN - KORANDIGITANET.COM - Momentum 14 Februari biasanya dijadikan ajang bagi para muda mudi mengimplementasikan makna kasih sayang yang kebablasan dan menjurus pada hura-hura serta sikap hedon, Budaya 14 Februari itu tidak dikenal dalam budaya serta kearifan lokal Indonesia, namun belakangan ini budaya tersebut semakin masuk dalam kehidupan para muda mudi Indonesia, masuknya budaya tersebut adalah dampak dari perubahan maindset berfikir serta dipengaruhi juga semakin berkembangnya arus teknologi dan informasi yang masuk.

Demikian disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tarakan, Erick Hendrawan, "Semestinya generasi muda kita tidak perlu mempopulerkan budaya 14 Februari tersebut, kalau kita berbicara persoalan kasih sayang, tentu bentuknya bukan seperti perayaan 14 februari yang beberapa tahun ini marak dilaksanakan ,Bentuk kasih sayang yang kita maksud adalah, bagaimana generasi muda dapat menyayangi penciptanya, orangtuanya, keluarga, guru hingga para orang-orang yang lebih tua,"Katanya.

Terlebih diera saat ini, dimana generasi milenial harus siap bersaing dalam berbagai aspek, sebagai persiapan menghadapi kompetisi global, itu semua dimulai dari banyak belajar, banyak membaca, diskusi hingga mengimplementasikan ilmu yang didapatkan baik dipendidikan formal maupun informal.

"Maka dari itu, kami menghimbau kepada generasi milenial kota Tarakan agar sebisa mungkin tidak ikut dan terjebak dalam mitos budaya perayaan 14 Februari, Percayalah jika kita bersungguh-sungguh dan paham dalam memaknai kasih sayang, maka kita adalah bagian daripada yang di sayangi sang pencipta,"Tutup Erick.(AS)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM