Inovasi Pertanahan itu harus Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 22 Desember 2019 | 08:18

Bagikan:


Jakarta - KORANDIGITALNET.COM - Jika kita berbicara mengenai inovasi, maka yang terlintas di pikiran kita adalah perubahan yang dapat merubah cara kita bekerja sehingga menjadi lebih efektif dan efisien. Namun, apakah inovasi pertanahan tersebut benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat selaku pengguna layanan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)? Untuk memperjelas hal tersebut, Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) menyelenggarakan Talkshow dan Pameran Inovasi 2019 dengan tema Menuju _e-Service_ Bidang Agraria, Tata Ruang dan Pertanahan menuju Kantor Pertanahan Modern.

Bertempat di Pendopo STPN, ada 13 stand yang mengikuti pameran inovasi. Sembilan stand dari pihak swasta yang memamerkan teknologi pengukuran tanah terbaru, tiga stand dari Kantor Pertanahan yang memamerkan inovasi pelayanan pertanahan yaitu Kantor Pertanahan Kabupaten Sukoharjo, Kota Solo, dan Kabupaten Pandeglang, serta 1 stand dari STPN yang memamerkan jurnal-jurnal terbaru hasil penelitian mahasiswa STPN.



Kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun oleh STPN untuk menampilkan inovasi pertanahan, menggali ilmu-ilmu baru sekaligus juga mempertahankan akreditasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Selain itu, diharapkan pula dapat mencetuskan terobosan-terobosan baru, serta memantik seluruh Kantor Pertanahan untuk dapat bersinergi sehingga memberikan manfaat dan kontribusi nyata untuk Kementerian ATR/BPN. 

Dalam kesempatan tersebut Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Surya Tjandra mengatakan, bahwa ada aplikasi sebagai bentuk inovasi di Kementerian ATR/BPN. Namun ia menilai bahwa banyak aplikasi tersebut belum optimal dimanfaatkan oleh masyarakat "Karena yang saya lihat aplikasi itu baru mentransformasikan produk aplikasi itu sendiri namun belum sepenuhnya mentransformasikan kebutuhan masyarakat pengguna layanan kita," ujar Surya Tjandra, saat memberikan footnote speech, Kamis (19/12/2019).

Surya Tjandra menjelaskan kenapa Google dan Facebook menjadi layanan yang paling dipakai di dunia. Karena Facebook dan Google menjadikan penggunanya merasa menjadi lebih bernilai. Kedua perusahaan tersebut, bisa membaca perilaku penggunanya. Dengan begitu, semakin sering aplikasinya digunakan maka aplikasi itu akan semakin pintar. "Untuk itu aplikasi yang saat ini dikembangkan di Kementerian ATR/BPN harus memperhatikan hal tersebut," pesan Surya Tjandra.

Kementerian ATR/BPN sangat bisa berhasil, karena merupakan satu-satunya lembaga yang mengurus pertanahan. Kementerian ini punya informasi bidang per bidang tanah, informasi kepemilikan, sampai informasi nilai tanah. "Dengan informasi yang kita miliki tersebut, maka kita dapat memprediksi masa depan, bahkan kita dapat membuat masa depan," pungkasnya. (RO/TA) Andi Kamil
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM