Koperasi Produsen Nelayan Kaltara Bangun Hetchery Kepiting

Minggu, 13 Oktober 2019 | 21:22

Bagikan:
HATCHERY : Nampak hatchery dibangun oleh Koperasi Nelayan Kaltara  yang sudah siap digunakan.(13/10).


TARAKANKORANDIGITALNET.COM - Koperasi Produsen Nelayan Kaltara (PNK) akan menjadi yang ketiga membangun instalasi pembenihan kepiting atau hatchery, di Indonesia. Sebelumnya, sudah ada Balai Budidaya Air Payau di Takalar, Sulawesi Selatan dan Balai Budidaya Air Payau Jepara, Jawa Tengah. Instalasi pembenihan kepiting ini nanti akan menjadi solusi, kepiting tidak lagi diambil dari alam dan untuk menjaga keberlangsungan habitatnya.

Sekretaris Koperasi PNK, Robin Aritonang mengatakan instalasi pembenihan kepiting yang dibangunnya ini menyesuaikan pendanaan yang ada. Karena dibangun oleh koperasi, tergantung dari keuangan dari anggota.

“Tapi, kita upayakan Oktober ini. Sekarang kan tinggal menunggu bangunan atap, fix dan tinggal masuk kotak untuk penanganan benihnya,” ujarnya, ditemui Minggu (13/10).

Kotak untuk pembenihan ini dibuat di luar, tapi tetap di lokasi pembenihan. Meski sudah beroperasi paling lama November nanti, ia mengaku belum bisa menjanjikan berapa jumlah kepiting betina yang akan ditelurkan nanti.

Koperasi PNK lebih mengutamakan keberhasilan tahap awal, agar bisa menargetkan pembenihan selanjutnya. Jika masih kurang akan ditambahi atau dilakukan evaluasi untuk teknologi yang digunakan. Diakuinya, instalasi teknologi yang digunakan tidak seluruhnya menyadur desain dari Jepara atau Takalar.

Selain mempertimbangkan kondisi alam di Kaltara, soal pembiayaan juga tidak memadai jika mengikuti desain di Jepara. “nstalasi dikombinasi, alam dan Hatchery,” tuturnya.

Selanjutnya, Hatchery dari Koperasi PNK ini akan dicatatkan ke Dinas Perikanan untuk mendapatkan sertifikat Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) di Kementrian Perikanann dan Kelautan. Sebelum ini, kata Robin sudah ada kunjungan dari Dirjen untuk survey hatchery Koperasi PNK.

“Katanya, teknologinya ada dulu. Setelah itu baru diberikan sertifikatnya. Karena kan sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP),” katanya.

Teknologi hatchery ini diharapkan bisa mengatasi masalah pembenihan di alam yang sulit dihitung dan diteliti. Kepiting, jika sudah bertelur langsung menyebar, sehingga sulit mendapatkan yang kecil. Bahkan, angka kehidupan juga sulit dihitung.

Koperasi PNK juga memberdayakan lulusan Universitas Borneo Tarakan (UBT) untuk mendapatkan pelatihan di Takalar dan Jepara selama setahun, bahkan sudah mendapatkan sertifikat kompetensi, untuk kemampuan keahliannya. Selanjutnya, tinggal mengaplikasikan pengetahuannya di dua balai besar ini.

“Nanti akan kita lakukan uji coba dulu. Kalau berhasil akan langsung lounching. Tapi, kita tidak mau target berapa. Sedikit-sedikit saja dulu, yang penting ketika berhasil akan disodorkan ke pemerintah,” tegasnya.

Sebelum ini, Koperasi PNK juga sudah melakukan restocking untuk membudidayakan anakan kepiting di lokasi pertambakan. “Pembibitan ini nanti untuk restoking, jadi tidak mengandalkan Jepara terus dan kita bisa mandiri,” tandasnya. (SD)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM