Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu (BKIPM), Memberikan Dukungan Adanya Hatchery ini di Kaltara

Rabu, 16 Oktober 2019 | 18:50

Bagikan:
KUNJUNGAN : Kepala BKIPM Tarakan Umar saat mengunjungi Hetchery milik Koperasi Produsen Nelayan Kaltara.


TARAKANKORANDIGITALNET.COM - Instalasi hatchery atau pembenihan kepiting yang dibangun Koperasi Produsen Nelayan Kaltara (PNK), diperkirakan rampung akhir oktober ini. Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu (BKIPM), memberikan dukungan adanya hatchery ini di Kaltara.

Diharapkan, hachery ini bisa membantu melestarikan habitat kepiting yang ada. Terlebih lagi, saat ini jumlah populasi kepiting sudah menurun dari tahun ke tahun. Hanya saja, bila sudah beroperasi nanti harus melaporkan produksi benih yang ada ke BKIPM. Hal ini untuk memastikan hasil pembenihan benar-benar dibesarkan dan dalam pengawasan BKIPM.

Kepala BKIPM Tarakan, Umar menuturkan pihaknya nanti akan memastikan berapa jumlah yang dilepas, ditebarkan dan berapa tingkat kehidupan hingga kematiannya berapa persen. Sehingga, dipastikan, ketika ada pengiriman komoditi kepiting betina, hasil dari pembenihan jumlahnya sama dengan apa yang dilepaskan.

“Ini pun belum bisa dijadikan semacam kepastian. Karena, belum tentu yang dilepaskan semua itu adalah betina. Sehingga, butuh regulasi lagi bagaimana pengawasan kedepannya,” ujarnya, usai melihat langsung hatchery PNK, Senin (14/10).

Karena, kata dia nantinya akan ada pengakuan dari jumlah benih yang sudah dihasilkan dalam proses hatchery, bisa dijadikan dasar untuk mengirimkan kepiting betina bertelur. Sementara, dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) No. 56 tahun 2016, melarang seluruh eksploitasi kepiting betina bertelur.

Nanti, akan ada regulasi lagi yang mengatur soal kepiting yang sudah dihasilkan dari proses pembenihan. Sementara ini, hatchery yang ada masih dalam tahap uji coba. Pada saat sudah berproduksi nanti, Koperasi PNK harus melaporkan ke Dirjen Perikanan Budi Daya dengan mempersiapkan dokumen-dokumen yang akan diminta.

Jika Dirjen Perikanan Budidaya mengeluarkan regulasi atau aturan yang terkait, dari BKIPM akan menindaklanjuti. Komunikasi akan dilakukan terus, untuk memberikan izin di Kaltara sesuai Peraturan Menteri KP.

“Koperasi akan berurusan dengan Pemerintah Daerah, proses yang ada di daerah. Misalnya, seperti izin usaha, kalau sudah lengkap akan ke Kementrian. Kemudian dikaji apakah benar dengan sistem yang digunakan PNK, bisa dikatakan pembenihan ini bisa dikatakan budidaya. Perlu aturan lebih lanjut,” katanya.

Sekretaris Koperasi PNK, Robin Aritonang menambahkan saat ini hatchery yang dibangun sudah berhasil menetaskan telur. Namun, masih kekurangan tempat pakan dan pembesaran larva. Diakuinya, keberhasilan baru bisa diukur jika sudah menjadi anakan kepiting.

Setelah ditelorkan dan ditetaskan akan ditebar lagi ke anggota koperasi, sekitar 100 orang, 50 an orang diantaranya memiliki areal tambak, sisanya pengusaha. Areal tambak berada di wilayah Tarakan, Nunukan dan Bulungan.

“Space hatchery kita sekitar 50 ribu, dan bisa menghasilkan sampai 2 juta telur. Kita memang belum hitung, tapi itu estimasi kita,” tuturnya. (SD)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM