Hartono : Terbanyak Korban TPPO dan PMI Yang di Deportasi Berasal Dari Luar Kaltara

Kamis, 26 September 2019 | 23:00

Bagikan:
Photo bersama setelah pembukaan acara rapat koordinasi pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang.



TARAKAN - KORANDIGITALNET.COM – Permasalahan Pekerja Migran Indonesia (PMI), terutama yang bekerja di Malaysia masih belum terselesaikan hingga saat ini. Pemprov Kaltara mencatat untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bermasalah dan dipulangkan melalui Nunukan, di tahun 2018 sebanyak 2.798 orang dan di tahun 2019 sejak Januari sudah mencapai 2.560 orang.  

Jumlah ini dipastikan akan bertambah jika Pemerintah tidak turut campur menyelesaikan persoalan PMI. International Organization For Migration (IOM) kemudian menginisasi pencegahan dan penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), antar Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kabupaten Nunukan dalam pertemuan yang digelar Rabu (25/9).

“Kami melihat beberapa potensi kerja sama yang dibangun dua pemda, sepakat untuk memperkuat sistem koordinasi antar gugus tugas pencegahan dan penanganan TPPO di tingkat Provinsi dan Kabupaten,” ujar perwakilan IOM, Among Resi.

Penyediaan layanan untuk saksi dan korban serta rujukan di dua Kabupaten ini juga akan dilakukan melalui penanganan korban, lintas daerah. Perlindungan dan bantuan hukum untuk korban TPPO, Pencegahan dan penanganan PMI hingga penegakan hukum lebih optimal.

TPPO, disebutkan Among diantaranya ada yang karena eksploitasi seksual dan eksploitasi tenaga kerja. Ada juga eksploitasi warga dari Palu yang terkena musibah, di rekrut karena diiming-imingi pekerjaan lebih baik di luar negeri dan terbanyak melalui jalur Nunukan.

“Kami juga melakukan hal yang sama di Kalbar, Tanjung Pinang dan Batam untuk pencegahan dan penanganan TPPP. Memang belum ada data definitif, berapa TPPO. Ada beberapa faktor data ini tidak muncul, mungkin karena ketidakpahaman masyarakat dan penegak hukumnya untuk menilai suatu perkara ini TPPO. Kami melakukan pencegahan sebelum angkanya membludak,” tegasnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Provinsi Kaltara, Hartono mewakili Pemprov Kaltara mengungkapkan Nunukan merupakan embarkasi kedatangan orang-orang yang akan bekerja keluar negeri, terutama ke Sabah Malaysia. Dari data yang ada, jumlah deportasi TKI bermasalah cukup besar.

Khusus kasus TPPO di tahun 2018 sebanyak 22 orang dan di tahun ini hingga September jumlahnya 6 orang di Nunukan, 4 diantaranya Human Traficking yang berhasil lari ke Kaltara. Terbanyak korban TPPO dan PMI yang di deportasi ini berasal dari luar Kaltara, seperti NTT, Sulsel dan Jawa Timur.

“Di Tahun 2002 lalu, itu ledakan TKI bermasalah luar biasa. Waktu itu memang banyak TKI meninggal dunia karena tidak sempat ditangani. Tahun ini kurang, tapi sebulan bisa sampai 3 kali ada deportasi ke Nunukan dari Malaysia,” ungkapnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT, Mutiara Dharmansyah menambahkan, kesepakatan akan ditindaklanjuti dalam waktu cepat khususnya tentang pencegahan dan penanganan. Ia mengungkapkan, warganya yang menjadi TKI secara prosedural di tahun 2018 sebanyak 1.300 orang dan tahun ini hingga September ada 300 orang. Sedangkan untuk TKI non prosedural, tahun ini 820 orang yang berhasil dicegah.

Selain Nunukan, ada juga warganya menjadi TKI melalui jalur Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Jalur keluar lain, seperti dari Batam lalu ke Filipina. Kemudian, Entikong, Kepulauan Riau, Tanjung Pinang, namun terbanyak di Nunukan. NTT sendiri merupakan provinsi kedua tertinggi, asal PMI yang dipulangkan melalui jalur deportasi Nunukan.

“Tahun ini, saja kita sudah menerima sebanyak 85 mayat dan hanya satu yang prosedural. Warga kami ini, ada yang sakit dan kecelakaan, tapi tidak ada yang menjadi korban kekerasan. Dulu ada yang organnya diambil, tapi sekarang sudah tidak ada. Semuanya dipulangkan ke daerah asal, dengan bantuan dana pemulangan dari BP3 dan ada juga dari perusahaan,” ungkapnya. (saf)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM