Nekad Serang Polisi Dengan Senjata Tajam, Putra Tewas Diterjang Timah Panas

Senin, 26 Agustus 2019 | 22:09

Bagikan:
TERLUKA : Kaspandi anggota Kepolisian Sektor Tarakan Utara, Terbaring lemah dan terluka akibat tikaman senjata tajam milik pelaku Putra.(26/8/2019)


TARAKANKORANDIGITALNET.COM - Tak mau wanita yang disukainya dimiliki oleh orang lain, AN alias Putra (34) mengamuk dengan membawa sebilah parang ke tempat pesta pernikahan wanita idamannya, AN dan wanita ini sebenarnya masih bertetangga dan tinggal di lingkungan yang sama di Jalan Padat Karya, Kelurahan Juata Laut.

Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (SKP) Polsek Tarakan Utara Aiptu Kaspandi yang mencoba menenangkan Putra, malah ditikam di bagian dada dua tusukan dan satu di bagian tangan. Akhirnya, petugas polisi lain yang ada di lokasi kejadian melepaskan tembakan peringatan. Masih tidak diindahkan Putra, tindakan terukur kemudian dilakukan dengan menembak bagian belakang, hingga akhirnya menewaskan Putra di lokasi pergelutannya dengan Aiptu Kaspandi.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan menuturkan, Putra sebenarnya sudah memulai keributan di rumah si wanita ini sehari sebelumnya. Putra mengancam akan membuat kerusuhan di tempat pernikahan dengan membawa parang. Keluarga wanita ini pun akhirnya melaporkan ancaman Putra ke Polsek Tarakan Utara. Beberapa polisi langsung disiagakan di lokasi acara pernikahan.

Saat Putra, pelaku penikaman Aiptu Kaspandi meregang nyawa setelah di lumpuhkan tima panas oleh aparat kepolisian.



“Personel Polsek datang, ternyata yang bersangkutan (Putra) langsung melarikan diri. Tadi malam (25/8), sempat ada yang melihat pelaku membawa senjata tajam. Baru tadi siang (26/8), sekira pukul 10.45 Wita, Putra ditemukan di sekitar rumah pengantin. Ketika akan ditegur, ternyata pelaku sudah membawa sajam dan menyerang polisi,” ujar Kapolres, ditemui di RSUD Tarakan.

Kondisi Aiptu Kaspandi mengalami luka tembus ke paru-paru dan ginjal, hingga harus dilakukan tindakan operasi. Sementara jenazah Putra, langsung dibawa ke kamar mayat RSUD Tarakan oleh tim DVI Polda Kaltara sebelum diserahkan ke pihak keluarga.

Kapolres mengaku masih melakukan penyelidikan motif dan history Putra. Namun, diketahui Putra merupakan residivis kasus penganiayaan dan pernah dipenjara, lantaran memukul kepala bapak kandungnya. Bahkan, menurut keterangan keluarga, Putra sering mengamuk dan tidak segan memukul orang yang ada di sekitarnya, atau menggunakan sajam.

“Sudah keluar dari penjara, membuat resah dan rusuh warga. Tapi, kita masih belum tahu apakah pelaku ini usai meminum minuman  beralkohol atau nyabu. Yang jelas, petugas kami sudah ditikam berulang-ulang, kurang beberapa centi mengenai jantung. Sehingga kami melakukan tindakan tegas dan terukur,” tandasnya.

Menurut keterangan salah satu warga, Santi awalnya Putra mengancam dengan membawa parang di lokasi pernikahan, Minggu malam. Polisi datang ke lokasi pernikahan, namun Putra sudah melarikan diri. baru Senin pagi, Putra datang lagi meneror dengan membawa pisau dan berteriak, “Hari ini akan ada yang mati,” Jelas Santi menirukan perkataan Putra.

Santi mengungkapkan, Putra memang menaruh hati ke calon pengantin wanita. Namun, tidak berbalas hingga wanita menikah dengan orang lain. “Makanya Putra tidak terima ditinggal menikah, terus ngamuk di lokasi pernikahan,” ungkapnya. (YL)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM