Warga Pantai Amal Merobohkan Bangunan Milik AL

Sabtu, 20 Juli 2019 | 12:29

Bagikan:
Nampak ratusan warga terdiri dari ibu-ibu ini berjalan kaki menuju lokasi bangunan yang diklaim berdiri diatas lahan milik warga.(photo oleh RT)



TARAKAN - KORANDIGITALNET.COM - Ratusan warga Pantai Amal, kembali melakukan aksi demonstrasi, terkait adanya kegiatan pembangunan  yang dilakukan oleh  pihak Lantamal XIII Tarakan, di Kelurahan Pantai Amal Kecamatan Tarakan Timur, Sabtu (20/7/2019).

Menurut salah satu warga yang enggan disebut namanya mengatakan, Aksi demo tersebut merupakan bentuk kekecewaan warga terhadap pihak Lantamal Tarakan yang melakukan aktivitas pembangunan dia atas lahan yang menurutnya adalah milik warga,"Lahan ini kan masih dalam kasus sengketa pak, Kami sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan walikota, DPRD dengan pihak AL, dimana di sepakati tidak ada aktivitas di atas lahan tersebut,  selama kasus sengketa belum selesai, tapi kenapa sudah ada bangunan yang dibuat oleh AL,"Urainya.

" Pada tahun lalu, kami dengar ada tukar guling lahan antara pemerintah dan pihak Angkatan Laut, yaitu lahan yang ada di daerah Mamburungan, tapi  ko sampai saat ini belum ada kejelasan terkait status tanah kami ini,"Ungkap warga Amal ini.

Dok RT


Sementara itu, Danlantamal XIII Tarakan Laksamana Pertama TNI Judijanto.M.Si.,M.A. langsung menemui para warga yang melakukan aksi demo menjelaskan, bahwa, Dirinya baru menjabat di Kaltara ini, sehingga masih minim informasi terkait sengketa lahan Antara pihak Angkatan Laut dan warga Pantai Amal ," Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang merasa memiliki legalitas kepemilikan, silahkan datang ke kantor kami, mari kita duduk bersama, sehingga ada kesepakatan dan kejelasan terkait lahan ini," Kata Perwira bintang satu ini.

Danlantamal XIII Tarakan Laksamana Pertama TNI Judijanto.M.Si.,M.A.



"Saya juga sudah melakukan pertemuan dengan pak Walikota dan DPRD, guna membahas soal lahan ini, saya juga tidak mau polemik ini terus-menerus terjadi, kalau memang ini adalah jelas milik warga, bangunan ini akan kami bongkar, tentunya, warga menunjukan bukti kepemilikan lahan tersebut, Jelas di sini ada mis komunikasi, karena informasi yang kami terima, lahan ini ada dualisme kepemilikan, Jadi saya mohon kepada warga yang merasa memiliki legalitas kepemilikan, silahkan datang ke kantor kami," Ajak Judijanto.

Aksi demo warga Pantai Amal yang melibatkan ratusan orang ini,, juga merobohkan bangunan yang dibangun oleh pihak Lantamal, hingga berita ini kami turunkan, aksi masih terus berlanjut, dan para pendemo meminta kepada pemerintah kota Tarakan untuk membuat kebijakan terkait lahan yang diklaim milik warga.
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM