Bahas Rencana Pembangunan PLBN SEI. MENGGARIS - SERUDONG, Gubernur Kaltara Hadiri Pertemuan Bersama Ketua Menteri Sabah

Rabu, 20 Februari 2019 | 09:01

Bagikan:

Kunjungan kehormatan sekaligus silaturahmi dengan Tuan Yang Terutama (TYT) Negeri Sabah, Tun Datuk Seri Panglima (DR) Haji Juhar Bin Datuk Mahiruddin didampingi Kapolda Kaltara Bapak Brigjend Pol Indrajit dan Bupati Nunukan.


NUNUKAN - KORANDIGITALNET.COM - Pertemuan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) dengan Ketua Menteri Sabah pada Senin kemarin (18/2) berlangsung di Pusat Pentadbiran Negeri Sabah. Bupati Nunukan turut mendampingi Gubernur Kaltara dalam pertemuan ini. Hadir pula bersama rombongan, Kapolda Kaltara, Kepala PUPR, Perkim Kaltara, serta Kepala Dinas Perhubungan Kaltara.

Selain pertemuan Gubernur Kaltara dengan Ketua Menteri Sabah, diadakan juga Sidang antara Sosek Malindo Kaltara dengan JKK Sabah dengan membahas 3 hal penting, yakni terkait rencana pembukaan jalur Serudong dan Sei. Menggaris, Moda transportasi angkutan laut bagi aktivitas Normal Trade, Barter Trade, and Transhipment antara Kaltara dengan Pemerintah Sabah, serta pembahasan Barter Trade Agreement.

Terkait dengan rencana dibukanya jalur Sei. Menggaris dan Serudong ada beberapa masalah, seperti rencana pembangunan pintu masuk yang resmi antara Sei. Menggaris dan Serudong berada di dalam kawasan Hak Guna Usaha (HGU) Perusahaan Perkebunan Sawit PT. Bumi Sei. Menggaris Indah (BSI). Selain itu, titik lokasi yang menjadi perlintasan pembangunan PLBN di Sei. Menggaris - Serudong berada sangat jauh dari pemukiman penduduk.

Di kawasan tersebut juga masih banyak terjadi perlintasan secara ilegal. Apalagi sepanjang garis perbatasan wilayah Sei. Menggaris - Serudong sangat banyak jalan dan jalur tikus, sehingga sangat rawan sebagai jalur ilegal keluar masuknya orang dan barang. Penangkapan dan larangan melintas oleh Tentara Diraja Malasyia bagi yang memasuki jalur Sungai Ular dan Serudong di areal sepanjang sungai pun sering terjadi.

Pemerintah Sabah, Malaysia belum menentukan keputusan final terhadap rencana pembangunan PLBN Sei. Menggaris - Serudong. Hingga kini, kesepakatan antara 2 negara ini belum terbentuk.

Sementara, terkait Moda transportasi angkutan laut bagi aktivitas Normal Trade, Barter Trade, and Transhipment antara Kaltara dengan Pemerintah Sabah, permasalahannya adalah adanya pelarangan penggunaan kapal kayu untuk aktivitas barter trade ini. Hal tersebut dikarenakan tidak terpenuhinya persyaratan sertifikat dokumen kapal. Penggunaan kapal kayu dengan mesin tempel untuk pengangkutan ikan dari Kaltara menuju Tawau juga dilarang.

Kemudian permasalahan dalam Barter Trade Agreement yaitu terdapat perbedaan pemahaman antara Kaltara dengan Pemerintah Sabah, Malaysia. Sarana prasarana yang mendukung untuk barter trade belum tersedia dan regulasi terkait barter trade belum diperbaharui. Pelabuhan yang ditunjuk sebagai Pelabuhan Counterpart pun belum disepakati. (HM/RDJ/YL)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM

Rahmat Efendi Caleg No Urut 3 Partai Solidaritas Indonesia

Rahmat Efendi Caleg No Urut 3 Partai Solidaritas Indonesia
Jangan Lupa Coblos No Urut 3 Dapil Tarakan Barat dari Partai Solidaritas Indonesia