Satreskrim Lidik Dugaan Pungli PTSL

Selasa, 22 Januari 2019 | 19:23

Bagikan:


TARAKAN - KORANDIGITALNET.COM – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tarakan melakukan penyelidikan terhadap dugaan terhadap pungutan liar (pungli) dalam Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL).
Dalam penyelidikan tersebut, Satreskrim melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Bagian (Kabag) Hukum Pemkot Tarakan, Dison bersama dua orang anggotanya dan Plt. Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Tarakan, Puji Utomo, kemarin (21/1).

"Jadi memang benar kita melakukan penyelidikan terkait PTSL dan sudah memanggil beberapa orang untuk dimintai keterangan," jelas Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyawan, melalui Kasat Reskrim AKP Choirul Jusuf.

Lanjutnya, dugaan pungli tersebut, pihak penyidik masih melakukan pendalaman terhadap laporan dari masyarakat yang pihaknya terima. "Saat ini kita masih selidiki laporan adanyaa dugaan pungli itu," lanjutnya.

Sementara itu, Kabag Hukum Pemkot Tarakan Dison mengatakan, dirinya dipanggil penyidik berdasarkan Perwali No 30 Tahun 2017 tentang PTSL. "Hanya seputaran Perwali aja, kalau seperti biaya PTSL sudah ditentukan di dalam aturan itu," tuturnya.

Ia menambahkan, nilai pengurusan PTSL sudah diatur dalam Perwali dan berlaku untuk seluruh Kaltara. Nilai yang diatur dalam Perwali ini, digunakan untuk biaya penyiapan dokumen termasuk materai, biaya pengadaan patok dan biaya operasional petugas Kelurahan.

Dirinya juga menegaskan, siapapun oknum yang termasuk dalam pengurusan PTSL ini tidak dibenarkan untuk mengambil nilai lebih dari yang sudah diatur dalam Perwali. Namun, ia mengaku Perwali hanya mengatur tentang pembiayaan saja, tidak termasuk sanksi.

“Tidak boleh mengambil lebih dari yang sudah diatur dalam Perwali, karena semua pembiayaan sudah masuk dalam nilai itu,” tutupnya. (AD)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM