20 Tahun Berjuang Melawan Thalassemia

Kamis, 17 Januari 2019 | 16:47

Bagikan:
M. Sahrun 20 tahun, lelaki mengidap penyakit thalassemia


TARAKAN - KORANDIGITALNET.COM - Siapa bilang sakit jadi penghalang untuk bisa menjalankan berbagai aktivitas? Buktinya, Sahrun sampai dengan saat ini masih bisa menempuh pendidikannya di salah satu universitas di Kalimantan Utara. Ya, namanya adalah M. Sahrun. Seorang laki-laki yang kini berusia 20 tahun, mengidap penyakit thalassemia sejak umur 8 bulan. Dokter mendiagnosanya sejak kecil, dan sejak kecil pula ia harus rutin menjalani transfusi darah.

Selain itu, Sahrun juga bercerita bahwa dirinya pernah menjalani operasi limfa di saat usianya masih 4 tahun. Dan sampai dengan saat ini, ia masih terus melakukan transfusi darah dan minum obat rutin setiap bulannya. Dulu, sebelum adanya JKN-KIS, ia dan orang tuanya masih harus menanggung seluruh biaya pengobatan sendiri. Namun, tidak sekarang karena dirinya sudah menjadi peserta JKN-KIS.

"Sekali melakukan transfusi menghabiskan 4-5 kantong darah. Jika tidak, saya biasanya sakit dan pusing. Bahkan, jika sedang kumat, saya harus menjalani rawat inap di rumah sakit," tuturnya.

Thalassemia adalah penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika dan menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi secara normal. Zat besi yang diperoleh tubuh dari makanan digunakan oleh sumsum tulang untuk menghasilkan hemoglobin. Hemoglobin yang terdapat dalam sel darah merah berfungsi mengantarkan oksigen dari paru-paru ke seluruh anggota tubuh. Penderita thalassemia memiliki kadar hemoglobin yang rendah, oleh karena itu tingkat oksigen dalam tubuh penderita thalassemia juga lebih rendah.

Thalassemia terkadang dapat mengganggu aktivitas yang dijalani penderita dikarenakan kadar oksigen yang lemah dalam tubuh. Beberapa hal yang dapat dialami penderita adalah letih, mudah mengantuk, pingsan, hingga kesulitan bernapas.

“Tetapi, sakit thalassemia tidak pernah jadi penghalang untuk bisa terus belajar, mbak. Saya tetap kuliah, sekarang semester 4 di Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan. Saya selalu olahraga, selagi  sanggup dan sehat. Seperti futsal, kemudian lari-lari, jogging. Yang pasti, sakit ini tidak boleh jadi penghabat,” ujar Sahrun.

Thalassemia juga merupakan salah satu penyakit yang membutuhkan biaya besar dan berkelanjutan untuk pengobatannya. Maka dari itu, dibutuhkan gotong-royong dari peserta JKN-KIS untuk bisa membantu Sahrun terus berobat sehingga bisa terus melanjutkan aktifitasnya.

Sahrun mengucapkan terima kasih kepada peserta JKN-KIS yang lain, karena dengan gotong-royong saya bisa menjalani pengobatan.

"Saya berharap, program JKN-KIS ini bisa terus berjalan agar bisa terus menjaminkan kesehatan seluruh masyarakat Indonesia,” tutupnya. ( humas/YL)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM