2 Perampok Tambak Dilumpuhkan Dengan Timah Panas, 3 Masih DPO

Rabu, 09 Januari 2019 | 18:42

Bagikan:
LUKA TEMBAK : Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit saat melakukan konfrensi pers terkait perampokan tambak, nampak kedua tersangka (baju orange) mengalami luka tembak karena melawan petugas.




TARAKAN - KORANDIGITALNET.COM -  Komplotan perampok tambak berhasil diamankan Direktorat Reserse Kriminal Polda Kaltara pada minggu malam (6/1) di wilayah pertambakan Sungai Naga, Pulau Mapat, Kabupaten Bulungan.

Kapolda Kaltara, Brigjend Pol Indrajit mengatakan, pihaknya mengamankan kedua pelaku tersebut berdasarkan laporan masyarakat yang menjadi korban perampokan tersebut.

"Jadi ada tiga kali para perampok tambak ini melakukan perampokan dan dua pelaku ini berinisialkan YG dan SK," jelasnya saat konfrensi Pers, rabu sore (9/1).

Lanjutnya, para perampok tambak tersebut juga melancarkan aksinya pada para petambak yang panen, Dan langsung menodongkan senjata rakitan ke para korban.

Barang bukti senjata rakitan serta amunisinya yang berhasil diamankan oleh aparat kepolisian Polda Kaltara.



"Melihat perampok tambak itu menodongkan senjata, jadi para korban ini takut, sehingga diambilah hasil panennya dan korban disuruh nyemplung ke laut," lanjutnya.

Selain itu, saat akan  mengamankan para pelaku, aparat kepolisian Direktorat Reserse Kriminal Polda Kaltara, sempat mendapatkam perlawanan kedua perampok tersebut sehingga para petugas melumpuhkan dengan menembakan timah panas.

"Sempat baku tembak di tambak bersama petugas, tetapi dengan hebatnya senjata kita, sehingga bisa melumpuhkan perampok itu," tuturnya.

Sementara itu, Ditegaskan Indrajit, masih ada 3 tersangka dengan inisal A, M dan H yang masih melarikan diri dan kini sudah masuk daftar pencarian orang (DPO). Ia mengimbau kepada tersangka lain agar segera menyerahkan diri kepada pihak kepolisian daripada anggotanya yang membekuknya di lapangan.

"Jadi kami sarankan, menyerahlah dengan baik-baik, karena kami akan memburu kalian para perampok tambak," tegasnya.

Kemudian itu juga, menurut pengakuan tersangka, sebelum melancarkan aksinya, para kedua perampok ini mengunakan narkoba jenis sabu. "Selain senjata sakitan, kita juga mengamankan sabu dari tangan pelaku," kata Indrajit.

Akibat perbuatan pelaku, pasal yang disangkakan kepada keduanya yakni pasal 365 ayat (2) ke-2 KUHP juncto pasal 1 ayat (1) UU Darurat nomor 12 tahun 1951, dengan ancaman di atas 10 tahun penjara. (AD)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM

Rahmat Efendi Caleg No Urut 3 Partai Solidaritas Indonesia

Rahmat Efendi Caleg No Urut 3 Partai Solidaritas Indonesia
Jangan Lupa Coblos No Urut 3 Dapil Tarakan Barat dari Partai Solidaritas Indonesia