Tidak Dikasih Jatah Istri, Pria Ini Nekat Perkosa Mahasiswi

Jumat, 28 Desember 2018 | 19:41

Bagikan:
Tersangka MS (baju abu-abu)


TARAKAN - KORANDIGITALNET.COM - Entah apa yang dipikirkan pria berinisialkan MS pelaku yang tega melakukan pemerkosaan terhadap salah satu Mahasiswi di salah satu Universitas di Samarinda, di Jalan Stepak kecil di Pantai amal, pada minggu subuh (23/12).

Terkait hal itu, Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyawan, melalui Kasat Reskrim AKP Choirul Jusuf mengatakan, sebelum melakukan pemerkosaan, MS yang hendak berbelanja ke pasar berpapasan dengan korban dan langsung membuntuti korban.

"Jadi MS ini saat itu ingin kepasar, dan AS ini si korban setelah mengantar ibunya ke Bandara Juwata Tarakan. Namun, dalam perjalanan AS tiba-tiba dibuntuti dari belakang oleh MS dari Monumen Minapolitan pertigaan Jl Sei Sesayap, Kusuma Bangsa dan Ligitan," jelasnya, jumat (28/12).

Sesampainya di depan Masjid Islamic Centre, MS langsung menghentikan motor AS dan meminta uang terhadap AS. "Si korban mengasih uang kepada MS sebesar Rp 100 ribu, namun si pelaku mengaku uang tersebut merasa sedikit, pelaku meminta lagi kepada AS dan uang ditambah AS sebesar Rp 71 ribu," tuturnya.

Setelah menambah uang tersebut, pelaku pun masih meminta uang lagi terhadap AS dan MS juga menanyakan uang yang ada di ATM tapi AS berdalih tidak ada, kemudian MS mendesak Mahasiswi tersebut ke mesin ATM untuk cek sendiri.

"Dipaksa lah si korban ini sama pelaku untuk ke ATM mengambil uang dan pelaku membawa korban ke ATM yang di Universitas Borneo, namun saat di ATM pelaku malah tancap gas," tuturnya.

Setibanya di ATM yang ada didepan Borneo, AS yang saat itu panik mencoba loncat dari motor yang memboncengnya, namun MS kembali mengejar AS dan membawanya ke jalan setapak yang sepi. Saat itulah, MS meminta untuk dilayani nafsu bejatnya sambil menodongkan pisau dan mengancam akan membunuh AS.

“Hanya bisa pasrah aja si korban, selesai memperkosa, pelaku meminta no HP korban dan mengantar korban pulang," terangnya.

Kemudian itu, usai mengantar korban hingga belakang Polsek Tarakan Timur sebenarnya AS ingin melaporkan kejadian tersebut saat itu juga, namun dirinya mengurungkan niat lantaran tidak kenal dengan MS. Tidak lama kemudian, istri MS menelpon AS dan menanyakan hubungannya dengan suaminya, tapi AS tidak menceritakan kejadian yang dialaminya dan meminta alamat MS.

“Setelah mendapatkan alamat MS, kemudian AS melaporkan kejadian yang dialaminya ke polisi, saat itu juga Unit Jatanaras mendatangi rumah MS yang berada di Jl.Yos Sudarso dan berhasil meringkus dan menggiring MS ke Mako Polres Tarakan,” urainya.

Usai diamankan, MS mengaku, terpaksa melakukan aksi bejatnya tersebut. Pasalnya, istri pelaku tidak mau memberikan jatah terhadap pelaku , sehingga berbuat hal tersebut.

"Pelaku kita jerat dengan pasal 285 KUHP, ancamannya 12 tahun penjara,” tutupnya (AD)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM