DPRD Janji, Butuh Waktu Seminggu Untuk Menutup Lokalisasi

Selasa, 04 Desember 2018 | 22:34

Bagikan:
LOKALISASI : Sejumlah anggota DPRD Kota Tarakan hadir, saat dilakukannya hearing bersama Majelis Ulama Indonesia dan Ormas Islam, Terkait penutupan lokalisasi yang ada di kota Tarakan, Di ruang rapat kantor DPRD Tarakan, (4/12)



TARAKAN - KORANDIGITALNET.COM - Bertempat diruang pertemuan kantor DPRD kota Tarakan, Dilaksanakan hearing, dalam rangka penyampaian aspirasi,oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta sejumlah ormas Islam, Tentang penutupan lokalisasi yang ada di kota Tarakan, Selasa (4/12/2018).

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh ketua DPRD Tarakan Salman Aradeng, Wakil Ketua Mudain ST, Assisten I pemerintahan Kota Tarakan Hendra Arfandi, Ketua MUI Tarakan KH M Anas, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kaltara dan sejumlah ormas Islam lainnya.

Salman Aradeng memberikan keterangannya, saat setelah dilakukannya hearing antara DPRD dan MUI Terkait penutupan lokalisasi.



Ketua DPRD Tarakan Salman mengatakan, Sebagai warga negara Indonesia yang beragama Islam, Dirinya sangat mendukung terhadap penutupan lokalisasi di kota Tarakan," Dalam kesempatan ini, Ingin menyampaikan bahwa, Apa yang dimuat disalah satu media dan viral di media sosial, bahwa Sebagai ketua DPRD, saya menolak penutupan lokalisasi, Itu adalah berita Hoax dan tidak benar, Saya tidak pernah membuat statement seperti itu," Kata Salman.

"Kami 25 anggota dewan akan berjuang keras sehingga lokalisasi tersebut ditutup, Kami bersama pemerintah kota dan pihak terkait lainnya akan melakukan pertemuan guna menentukan kapan akan dilakukan penutupan tempat prostitusi ini, Yang pasti tempat tersebut secepatnya akan kami tutup," Tegas Salman.

Saat Assisten I pemerintahan kota Tarakan Hendra Arfandi menjawab pertanyaan wartawan, terkait langkah yang akan diambil dalam hal penutupan lokalisasi Karang Agas dan Sungai Bengawan.



Sementara itu, Walikota Tarakan, melalui Assisten I pemerintahan, Hendra Arfandi mengungkapkan, Pemerintah dalam hal ini walikota Tarakan Sofian Raga, Sangat serius untuk menutup lokalisasi Sungai Bengawan dan Karang Agas," Bentuk keseriusan pak walikota untuk menutup lokalisasi tersebut adalah, Dimana saat ini telah dibentuk tim yang akan bertugas menutup tempat prostitusi ini," Ungkap Hendra.

"Dalam waktu dekat, kami akan melakukan pertemuan dengan DPRD dan pihak yang terkait lainnya, Karena ini nantinya akan melibatkan unsur Forkopimda Tarakan, Kita juga perlu memikirkan bagaimana memulangkan para PSK ini, Makanya kami perlu waktu untuk itu," Tutup Hendra.(AS)


Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM