Salman Membantah Tudingan Menolak Penutupan Lokalisasi

Jumat, 30 November 2018 | 02:29

Bagikan:
Ketua DPRD Kota Tarakan Salman Aradeng


TARAKAN - KORANDIGITALNET.COM - Terkait adanya aturan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia, Bahwa, Tahun 2019, Segala bentuk prostitusi dihapuskan di seluruh Nusantara, Secara resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), Melayangkan surat kepada pemerintah terkait, Dalam hal ini Pemerintah Kota Tarakan Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan.(30/11/2018)

Terkait hal tersebut, Ketua DPRD Kota Tarakan Salman Aradeng yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan, Bahwa, Benar telah menerima surat dari Majelis Ulama Indonesia,"Kemarin kami sudah menerima surat itu, Dan insya Allah, Dalam waktu dekat, DPRD dan pemerintah kota, dalam hal ini Walikota Tarakan, akan melakukan pertemuan  guna membahas rencana penutupan lokalisasi Karang Agas dan Sungai Bengawan, Hal ini juga sesui dengan Perda Nomor 21 Tahun 2000,"Kata politisi Partai PAN ini.

" Di sini juga saya akan mengklarifikasi tentang beredarnya isu di media sosial, dimana saya di tuding menolak penutupan lokalisasi tersebut, Saya secara pribadi sangat setuju apabila tempat prostitusi itu di tutup, Selain instruksi menteri, dari sudut pandang agama juga sangat dilarang, Namun hal ini perlu dirapatkan secara kelembagaan dengan pemerintah, Nantinya juga, Walikota akan membicarakan dengan kepala SKPD terkait, guna mencari langkah yang tepat dalam penutupan lokalisasi ini," Kata Salman.

Ketua DPRD Tarakan ini menambahkan, kalau tudingan yang dialamatkan kepada dirinya, bahwa, menolak penutupan lokalisasi di Kota Tarakan sangat tidak mendasar," Sekali lagi saya tegaskan, Bahwa, Saya secara pribadi, Sangat setuju, apabila tempat prostitusi di Kota Tarakan ini di tutup, Jadi kalau ada oknum yang menyebarkan isu lewat media sosial maupun media apapun,  yang mengatakan saya menolak, itu adalah berita HOAX atau tidak benar,"Tutur Salman.

Seperti kita ketahui bersama, beberapa waktu lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama sejumlah organisasi masyarakat (ormas) yang berbasis Islam, Mendatangi kantor Walikota Tarakan, Guna mendesak pemerintah kota Tarakan, Untuk menutup seluruh lokalisasi yang ada di Tarakan.(AS)


Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM