Uang Ringgit Masih Beredar di Daerah Perbatasan Kaltara ?

Sabtu, 20 Oktober 2018 | 11:38

Bagikan:
DISKUSI PANEL : Menara Insitut melaksanakan diskusi panel dengan tema Menjaga Kedaulatan Rupiah "Menjaga Kedaulatan Bangsa", Di gedung serbaguna kantor walikota Tarakan.(19/10).



KORANDIGITALNET.COM - TARAKAN - Bertempat di gedung serbaguna kantor walikota Tarakan, Menara Insitut mellaksanakan Diskusi Panel yang bertemakan"Menjaga Kedaulatan Rupiah Menjaga Kedaulatan Bangsa", Yang diikuti 184 peserta, Jumat (19/10/2018).

Hadir dalam acara tersebut, Kabinda Kaltara Brigjen TNI Rudi Supriyanto, Walikota Tarakan Ir Sofian Raga, Kepala Perwakilan BI Hendik Sudaryanto, Rektor UBT yang diwakili Dekan Fakultas Ekonomi Dr Saiful Anwar dan mahasiswa se-kota Tarakan.

Sofian Raga dalam sambutannya mengatakan, Rupiah adalah mata uang negara kita yang merupakan salah satu bentuk dari kedaulatan bangsa Indonesia, Dan Bank Indonesia dipercaya untuk menjaga kedaulatan itu," Kaltara ini merupakan provinsi yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia, Dimana banyak mata uang Ringgit yang beredar diwilayah perbatasan," Kata Sofian Raga.

"BI mesti kerja keras dan memikirkan bagaimana caranya agar mata uang rupiah digunakan sebagai transaksi barang maupun jasa, melemahnya rupiah merupakan hal yang tidak wajar, ini disebabkan adanya perang dagang antara negara maju, seperti Amerika dan Cina, Harus ada edukasi dan sosialisasi terhadap masyarakat perbatasan antara BI dan TNI Polri agar masyarakat mengerti dan dapat menjaga kedaulatan NKRI, Dengan cara, selalu menggunakan mata uang rupiah dalam bertransaksi, bukan menggunakan Ringgit," Pesan Sofia Raga.

Sementara itu Kepala Perwakilan BI Kaltara, Hendik Sudaryanto menjelaskan, Berkaitan dengan upaya pemerintah dan seluruh masyarakat dalam menjaga kedaulatan bangsa dan rupiah, Tentunya kita berkewajiban menjaga kedaulatan ekonomi dengan cara mengawal, mengembangkan sektor unggulan, apakah itu dari SDA ataupun SDMnya"Jelas Hendik.

"Sektor unggulan di daerah harus kita jaga dan kita kembangkan, agar ekonomi tetap stabil dan bagaimana cara meningkatkannya, tentunya harus bertahap," Urai Hendik.

Ditempat yang sama, Dekan Fakultas Ekonomi UBT Dr Saiful Anwar mengatakan, Melemahnya rupiah diakibatkan oleh beberapa faktor, mulai dari ketidakstabilan ekonomi, juga dipengaruhi oleh ketidakstabilan politik, Banyaknya investor yang membawa uang keluar negeri, hal ini dilakukan karena ketidak percayaan dan kebijakan saat ini," Kata Saiful.

"Saat ini cenderung lebih banyak impor dari pada export yang mengakibatkan negara defisit, untuk itu, negara harus mendorong ekspor agar pendapatan menjadi surplus, Terutama ekspor UMKM yang berada di daerah, yang potensinya sangat bagus,"Tutup Saiful.(AS)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM

Rahmat Efendi Caleg No Urut 3 Partai Solidaritas Indonesia

Rahmat Efendi Caleg No Urut 3 Partai Solidaritas Indonesia
Jangan Lupa Coblos No Urut 3 Dapil Tarakan Barat dari Partai Solidaritas Indonesia