Tuduhan Adanya Wartawan Dibayar Polisi, Ketua IWO Angkat Bicara

Selasa, 18 September 2018 | 14:43

Bagikan:
Photo : Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Tarakan Wahyudin Andi Solar.


TARAKAN - KORANDIGITALNET.COM - Demonstrasi dilakukan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Peduli Rupiah (GEMPAR) Didepan kantor DPRD Tarakan, Kemarin, Berakhir ricuh. (17/9/2018).

Dalam orasinya, Mahasiswa dari berbagai organisasi ini, Menuntut pemerintah segera mengambil langkah kongkrit akibat melemahnya rupiah terhadap dolar.

Ketegangan saat para pengunjuk rasa gagal masuk ke gedung DPRD Tarakan, untuk menyampaikan aspirasinya, Bahkan salah satu mahasiswa dalam menyampaikan aksinya, Menyebut, kalau ada wartawan yang dibayar oleh aparat kepolisian.

"Ada wartawan yang dibayar oleh aparat, jadi pilih wartawan yang netral," Ucap salah satu mahasiswa.

Karena ucapan salah satu oknum mahasiswa, Membuat wartawan yang meliput demo tersebut tersinggung, Bahkan ada ketegangan namun pihak kepolisian yang melihat kejadian tersebut langsung menenangkan rekan media.

Oknum mahasiswa yang menyebutkan wartawan dibayar langsung mengklarifikasi," Tadi saya terpancing emosi, sehingga spontan saja saya bilang wartawan ada yang dibayar, Saya melihat media nasional pada saat meliput kebanyakan tidak netral, makanya saya katakan seperti itu," Kata Alif yang juga Presiden BEM ini.

"Saya tidak tahu apakah di Tarakan ini ada media yang tidak independen atau tidak netral dalam memberikan informasi, Ada media online dan cetak yang tidak netral terhadap pemberitaan, Bahkan media rekan kamipun ada yang kami duga tidak netral," Jelas Alif.

Akibat dari tuduhan salah satu oknum mahasiswa yang mengatakan wartawan ada yang dibayar, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Tarakan wahyudin Andi Solar  angkat bicara, Itu adalah kata-kata yang mestinya tidak keluar dari mulut calon intelektual, Wartawan itu bekerja keras bagaimana mencari berita, baik panas, hujan, dari pagi sampai malam, itu karena tuntutan profesi dari tempat dia bekerja, Wartawan itu mempunyai kode etik yang selalu dia pegang, Harus independen, memberikan berita yang akurat dan berimbang," Kata Andi Solar.

"Disini saya tidak usah jabarkan satu persatu tentang kode etik jurnalistik, namun kawan-kawan, terutama adik-adik bisa baca di pasal 3, Disitu sudah jelas tentang bagaimana wartawan dalam memberikan informasi," Ungkap Andi Solar

Lanjut ketua  IWO ini, bahwa, Ketika kita menuduh orang atau organisasi, harus ada bukti yang kuat, Mesti dipastikan, apa benar ada yang dibayar, kalau cuma melihat media nasional, lalu mau di samakan di Tarakan, Saya rasa itu sangat keliru, Untuk itu, Secara organisasi, Kami minta kepada oknum mahasiswa tersebut, Untuk mengklarifikasi dan meminta maaf kepada teman-teman wartawan, Karena sampai saat ini, belum ada kata permintaan maaf dari yang bersangkutan," Urai Andi Solar.

Hal senada juga di sampaikan oleh Sekretaris IWO Tarakan, Mahamudi (Mudi) bahwa, Dalam kami masih menunggu etikad baik dari oknum mahasiswa tersebut," Secara organisasi kami menunggu klarifikasi dan permintaan maaf dari oknum mahasiswa ini, Silahkan keluarkan bukti kalau ada wartawan yang di bayar pada saat demo kemarin, Apa lagi wartawan tersebut dari IWO, Kami akan memberikan sangsi berat bila ada fakta kalau dia terbukti dibayar," Kata Mudi.

"Kasian teman-teman wartawan, cari berita dari pagi hingga malam, panas, hujan mereka lalui, Tapi tidak merasa di hargai malahan dituduh yang tidak-tidak, Untuk itu, sekali lagi kami berharap, Oknum mahasiswa yang menuduh wartawan di bayar, Segera meminta maaf kepada teman-teman wartawan, Jangan sampai ini berkepanjangan,"Ucap Mudi.

Ketua Bidang Hukum Ikatan Wartawan Online ( IWO ) Tarakan, Agustan Yusuf SH.


Sementara itu, Ketua Bidang Hukum Ikatan Wartawan Online (IWO) Tarakan , Agustan Yusuf SH, Mengatakan, Kalau dirinya sangat menyesalkan kata-kata yang diucapkan oknum mahasiswa tersebut," Saya sebagai Ketua Bidang Hukum di IWO, akan koordinasi dengan rekan-rekan wartawan lainnya, Guna membahas soal tuduhan oknum mahasiswa ini, Menuduh seseorang tanpa bukti yang jelas, Itu sudah masuk kerana hukum, Tapi hal ini juga masih bisa diselesaikan secara kekeluargaan, Kami akan coba memanggil oknum mahasiswa ini, Guna menjelaskan dan mempertanggungjawabkan omongannya," Kata Agustan yang juga merupakan pengacara di kota Tarakan ini.(IWO)

Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM