Pengungkapan Sabu 1 Kg Yang ditemui Melalui Jasa Pengiriman Barang, Polisi Terus Lakukan Pengembangan

Sabtu, 08 September 2018 | 09:57

Bagikan:
Kapolres AKBP Yudhistira Widyawan memperlihatkan barang bukti sabu-sabu, Yang diamankan oleh Satreskoba Polres Tarakan beberapa waktu lalu.



TARAKAN - KORANDIGITALNET.COM - Pengungkapan pelaku pengiriman sabu melalui jasa pengiriman barang pada 14 Agustus lalu dengan tersangka FO dan MS sebanyak 1 kg, kini pihak Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Tarakan terus melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyawan, melalui Kasat Reskoba Iptu Bahrul Ulum mengatakan, pihaknya mengembangkan dan mendapatkan dua tersangka lainnya, yang merupakan warga binaan Lapas Gowa, di Sulawesei Selatan.

"Jadi warga binaan Lapas itu, CH dan WH, sebelumnya kita sudah periksa kedua warga binaan itu saat dilakukan penangkapan tersangka FO dan MS, tetapi warga binaan itu tidak mengakui," jelasnya.

Meski tidak mengakui turut terlibat dalam urusan sabu ini, namun ternyata dari hasil pemeriksaan terhadap FO dan MS di Satreskoba Polres Tarakan memang ada keterlibatan CH dan WH. “Makanya, nanti tanggal 20 September kita rencananya akan ke Gowa, dengan membawa hasil pemeriksaan FO dan MS di Tarakan,” tuturnya.

Selain itu, Iptu Bahrul menambahkan, pihaknya akan mengajukan surat pemindahan CH dan WH ke Lapas Tarakan, untuk memudahkan pemeriksaan. Pemindahan ini, nantinya akan dilakukan hampir sama dengan pemindahan Napi Lapas Makassar, Hendrik yang saat ini sudah dipindahkan ke Lapas Tarakan sebagai pengembangan hampir 1 kg sabu yang didapat dari, Amelia beberapa waktu lalu.

“Sebenarnya kan ada tiga orang warga binaan Lapas Gowa yang akan diperiksa, tapi CH dan WH ini nanti akan langsung jadi tersangka. Karena dua orang ini sudah menjadi napi, makanya surat yang akan kita bawa nanti sekaligus pemindahannya ke Lapas Tarakan supaya tidak bolak balik kalau sidang,” ungkapnya.

Ia pun mengaku masih akan mengajukan surat permohonan pemindahan tersebut ke Kanwil Pemasyarakatan Provinsi Sulawesi Selatan, namun ia optimis surat permohonan pemindahan WH dan CH ini akan berjalan sesuai rencana.

“Kalau FO dan MS ini kan sebenarnya hanya kurir, tapi dia (FO dan MS) mengaku sabu adalah milik WH dan CH, makanya itu kita kembangkan,” tutupnya. (AD)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM