Pencemaran Nama Baik Gubernur, Tersangka Minta Keadilan Polisi

Sabtu, 15 September 2018 | 18:35

Bagikan:
Dok : Saat Ketua LSM (GEBRAK) Steve Singgih menjawab pertanyaan awak media, setelah dirinya melaporkan kasus pencernaan nama baik gubernur Kaltara ke Polres Tarakan, Beberapa Waktu lalu.


TARAKAN - KORANDIGITALNET.COM – Setelah ditetapkannya tiga tersangka dalam kasus pencemaran nama baik Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), kini VC yang merupakan salah satu tersangka merasa keberatan dengan penetapan tersebut. Pasalnya, menurut VC ada kejanggalan, dirinya mengaku, media onlie yang ia share beritanya melalui medsos sebenarnya masih ada dan aktif hingga saat ini. Namun, kata dia tidak dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan seperti ia dan dua tersangka lainnya.

"Itu kan masih aktif media online yang menulis berita itu, seharusnya itu juga dicari keberadaan pemilik media online itu. Kalau saya sih emang mengakui saya ngeshare, tetapi kan saya meneliti bahwa berita itu benar terjadi dan ada demo. Cuma, soal ranah bukti berita itu saya apakah benar atau tidak soal isi demo, saya tidak mengetahui," jelasnya.

VC juga mengaku ada ketidak adilan dalam penetapan tersangka. Pasalnya, ada beberapa orang yang mengshare berita tersebut, namun tidak dipanggil dan tidak turut diperiksa. "Saya punya bukti siapa saja yang membagikan berita itu," tegasnya.

Selain itu, VC memastikan, sejak awal tidak ada unsur kesengajaan atau sentiment apapun secara pribadi kepada Gubernur Kaltara. Ia juga akan menyampaikan permintaan maaf kepada Gubernur, namun tidak disampaikan karena alasan tendensius karena sengaja melakukan.

"Saya sama pak Gubernur tidak ada masalah apa-apa, saya hanya minta keadilan dari pihak kepolisian," tuturnya

Kemudian itu, jangan bilang media online yang membuat berita itu susah dilacak, padahal mudah dilacak. "Disitu lengkap ada PTnya, ada Alamatnya, ada No Whatappsnya," terangnya.

Meski tidak berkaitan dengan pekerjaannya di pers, sebagai stranger salah satu media tv nasional, namun ia akan meminta bantuan dari IJTI dan SMSI untuk memediasi.

“Jangan sampai ada image kalau saya ini pelaku utama membagikan berita bohong tentang Gubernur. Padahal, yang melakukan itu banyak di Kaltara ini, termasuk orang penting yang juga pernah menyebarkan berita ini. Jangan sampai karena dia orang penting, jadi kami yang dijadikan tumbal,” tutupnya. (AD)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM

Rahmat Efendi Caleg No Urut 3 Partai Solidaritas Indonesia

Rahmat Efendi Caleg No Urut 3 Partai Solidaritas Indonesia
Jangan Lupa Coblos No Urut 3 Dapil Tarakan Barat dari Partai Solidaritas Indonesia