Lagi, 4,3 Kg Sabu Dimusnakan Satreskoba Polres Tarakan

Selasa, 04 September 2018 | 11:07

Bagikan:
SABU-SABU : Saat pengunhkapen narkoba jenis sabu-sabu dan dimusnahkan oleh Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Tarakan, Beberapa waktu lalu.



TARAKAN - KORANDIGITALNET.COM – Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Tarakan kembali melakukan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 4,3 Kg, dalam pemusnahan tersebut, merupakan pengungkapan hingga akhir Agustus lalu.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan melalui Kasat Reskoba, Iptu Bahrul Ulum tidak hanya didapatkan dari pengedar sabu, melainkan juga didapati ditangan kurir dan pemakai saja.

Dari 4,3 kg sabu ini, terbagi dalam 58 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 83 orang, diantaranya juga ada yang merupakan residivis dan sudah beberapa kali terlibat kasus sabu.

“Semua kasus ini tetapkan dilanjutkan sampai ke tahap persidangan. Jadi untuk tahun ini belum ada tersangka kasus narkotika yang hanya direhabilitasikan, berbeda dengan tahun 2017 lalu, kita kirimkan 146 orang ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tarakan,” jelasnya.

Lanjutnya, jika dilihat dari jumlah barang bukti narkotika jenis sabu yang sudah dimusnahkan ini, di tahun ini mengalami penurunan dari tahun 2017 lalu. Jika merujuk dari data yang dimiliki Satreskoba Polres Tarakan, tahun 2017 lalu hingga akhir bulan Agustus pihaknya berhasil mengamankan sabu-sabu sebanyak 13,3 kg.

Meski demikian jumlah pengungkapan kasus sabu-sabu ditahun ini dianggap masih berkualitas, lantaran dari 4,3 kg sabu diamankan bersamaan dengan pemiliknya, meski juga ada yang hanya merupakan kurir dan pemakai sabu saja.

“Kalau ditahun 2017 lalu itu kan ada sabu temuan sebanyak 11 kg dan tidak ada tersangkanya. Sementara untuk tahun ini kita tidak ada sabu temuan, semuanya ada tersangkanya,” ungkapnya.

Kemudian itu juga, dari beberapa kasus narkotika yang di lidik oleh pihaknya, ada beberapa modus baru yang digunakan oleh para bandar dan kurir sabu, sehingga menyulitkan pihaknya untuk mengungkapkan kasus itu. jika ditahun-tahun sebelumnya pihaknya sering melakukan penangkapan terhadap bandara dan kurir sabu yang melakukan transaksi secara langsung.

Namun akhir-akhir ini pihaknya sering terkendala barang bukti saat melakukan penangkapan terhadap para pelaku.

Untuk diketahui para pelaku menggunakan modus baru yaitu bertransaksi hanya membawa uang tanpa barang bukti narkotika. Sehingga saat diamankan pihaknya hanya mendapatkan barang bukti uang tanpa narkotika.

“Jadi mereka bayar dulu barang belakangan. Itu salah satu modus yang menyulitkan bagi kita, karena kita tangkap harus ada barang bukti di tangan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, ditambahkan Bahrul, Tarakan sebagai jalur transit bagi para bandar untuk mengedarkan sabu-sabu. Terbukti di tahun ini Polres Tarakan dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara (Kaltara) sudah berhasil menggagalkan 7 kali sabu, yang rencananya akan dikirim keluar Tarakan melalui jalur Bandara.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya sudah bekerjasama dengan perusahaan jasa pengiriman barang. Salah satunya yaitu pihak kepolisian mewajibkan para pengirim barang harus menyertakan fotocopy kartu identitas.

“Selama ini longgar jadi tidak ada, tapi mereka sudah melakukan apa yang kita suruh. Kalau mereka tidak melakukannya, ada kasus serupa maka para pekerja hingga pimpinannya akan kita lakukan pemeriksaan. Kita juga mau serius mengungkap kasus sabu di Tarakan ini hingga ke akarnya,” tutupnya. (AD)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM