Kasus Wanita Cantik Pembawa Sabu, Benarkan Keterangan Saksi

Jumat, 14 September 2018 | 11:00

Bagikan:
SABU-SABU : Saat tersangka kasus kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu Rizki Amelia mengikuti persidangan di Kantor Pengadilan Negeri Tarakan.



TARAKAN - KORANDIGITALNET.COM - Kasus pembawa sabu di Bandara Juwata Tarakan pada 13 Maret lalu dengan tersangka Rizki Amelia sebanyak 1,08 Kg sabu, kini telah sampai ke meja hijau.

Dalam sidang tersebut, tiga orang saksi dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Deby F Fauzi dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Tarakan, Kamis (13/9) kemarin. 

Dimana saksi pertama menghadirkan petugas Aviation Security yang menemukan benda mencurigakan yng terdapat didalam koper pelaku tersebut, saat memasuki di bagian x-ray barang yang berada di Screening Check Point 2 (SCP2) mengaku adalah orang yang pertama kali mencurigai barang bawaan Amelia.

"Saat koper itu masuk di X Ray, saya melihat benda mencurigakan, sempat dua kali saya  masukan X Ray dan saat itu barang langsung dilakukan pengecekan oleh rekan saya, Sani," ungkap Naning, Pegawai Negeri Sipil (PNS) Bandara Juwata Tarakan saat memberikan keterangan saksi.

Sementara, dalam keterangan Sani, setelah menindaklanjuti laporan Naning, ia kemudian membawa Amelia ke ruangan khusus untuk dilakukan pengecekan barang. Amelia, saat diperiksa juga sempat berbelit-belit dan bahkan menolak kopernya dibuka untuk dilakukan pemeriksaan menyeluruh. Selain itu, Amelia juga berdalih didalam koper yang dibawanya ini hanya ada pakaian.

"Saya juga melihat terdakwa ini pucat saat diperiksa barangnya, namun saat diperiksa, terdakwa juga hanya mengeluarkan pakaiannya saja, saya bilang, itu botol apa, dia terus mengambil pakaiannya, saat dia ambil botol itu, kita cek ternyata isinya keristal atau sabu," tuturnya Sani, saat memberikan keterangan saksi di ruang sidang.

Usai mendapatkan barang tersebut, petugas Avsec langsung melaporkan ke Komandan Avsec, pihak kepolisian serta BNNP Kaltara.

Selain itu, Bripka Arif Perwiradi, penyidik dari BNNP Kaltara dalam keterangannya dihadapan Majelis menuturkan setelah mengamankan Amelia, pihaknya kemudian melakukan pengembangan dan didapatlah tiga tersangka lainnya, Tata, Dorkas dan Hendrik.

Sementara itu, Thamrin Palondongan, Penasehat Hukum Amelia mengungkapkan memang kliennya tidak membantah semua kesaksian yang disampaikan saksi dipersidangan.  “Jadi semua keterangan saksi itu benar, dan Amelia juga mengaku semua keterangan yang diberikan saksi itu benar, nantinya semua keterangan ini akan kami tuangkan di pembelaan," tutupnya. (AD)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM