RSUD Tarakan Kekurangan Dokter Spesialis

Kamis, 02 Agustus 2018 | 20:03

Bagikan:
RSUD : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengunjungi RSUD Tarakan beberapa waktu lalu.


TARAKAN - korandigitalnet.com – Usai melantik empat dokter spesialis yang berdinas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Rabu (1/8) kemarin Gubernur Kaltara Irianto Lambrie mengungkapkan saat ini Pemprov Kaltara terus meningkatkan pelayanan, dokter spesialis dan pegawai negeri secara bertahap, sesuai dengan anggaran yang diakuinya terbatas.

Selain itu, di RSUD Tarakan ini tidak hanya masyarakat Tarakan saja tetapi dari daerah lain juga banyak datang dan berobat.”Kekurangan akan diperbaiki dan saya terus memonitor dan berkomuniaksi dengan pimpinan rumah sakit maupun jajarannya, agar fasiitas bisa ditambah untuk meningkatkan kualitas rumah sakit,” jelasnya.

Namun diakui mantan Sekprov Kaltimini, ketersediaan dokter spesialis yang hanya 19 orang masih menjadi kendala untuk peningkatan pelayanan rumah sakit. Saat ini, dokter spesialis yang ada untuk penyakit dalam hanya satu orang dan spesialis mata baru saja berdinas, sementara diperlukan lagi dokter spesialis jantung.

“Penambahan jumlah dokter, rasio antara masyarakat yang dilayani dengan ketersediaan dokter umum maupun spesialis perlu diimbangi. Kita juga perlu dokter spesialis gigi karena yang ada ini masih kurang sementara pasiennya banyak,” ungkap Irianto.

Tidak hanya terhadap rumah sakit, untuk warganya di Kaltara, Irianto juga mengungkapkan Pemprov Kaltara sudah membantu membayar iuran BPJS Kesehatan selama setahun untuk sekitar 14.400 warga tidak mampu, diantaranya petani, nelayan dan masyarakat umum.

“Khusus Tarakan saja ada sekitar 3.400 orang yang sudah diserahkan kartu BPJS nya. Harapannya Pemkot Tarakan juga memberikan perhatian yang serius kepada warganya,” tandasnya.

Menurutnya, target cakupan pelayanan kesehatan dengan BPJS tahun 2019 mendatang sudah bisa mencapai 100 persen. Sementara, saat ini di Kaltara baru Kabupaten Malinau yang sudah 100 persen warganya memiliki BPJS Kesehatan.

“Sisanya masih 83 hingga 90 persen, kalau sudah 95 persen sebenarnya sudah memenuhi standar nasional, tetapi kita mau 100 persen dan caranya masyarakat miskin kita bantu untuk mencapai target tahun depan,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Tarakan M Hasbi Hasyim menanggapi kurangnya dokter spesialis ini mengungkapkan berdasarkan Permenkes No. 56 tahun 2014, Rumah Sakit dibagi menjadi dua yakni Rumah Sakit Umum yaitu rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit dan Rumah Sakit Khusus  atau rumah sakit yang memberikan pelayanan utama pada satu bidang atau jenis penyakit tertentu berdasarkan disiplin ilmu, golongan umur, organ, jenis penyakit atau kekhususan lainya.

Pelayanan yang diberikan rumah sakit umum meliputi pelayanan medik, kefarmasian, keperawatan dan kebidanan, penunjang klinik, nonklinik, serta rawat inap.

Selain itu, untuk RSUD Tarakan dengan type B non pendidikan ini seharusnya ada 12 dokter umum untuk pelayanan medik dasar, 3 dokter gigi umum untuk pelayanan medik gigi mulut, 3 dokter spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik spesialis dasar, 2 dokter spesialis untuk septiap jenis pelayanan medik sepsialis penunjang, 1 dokter spesiali untuk setiap jenis pelyanan medik spesialis lain, 1 dokter subspesiali untuk setiap jenis pelayanan medik subspesialis, 1 dokter gigi untuk setiap jenis pelayanan medik spesilis gigi mulut.

“Kita hanya memiliki 19 dokter spesialis, tetapi ada dua dokter spesialis jantung dan satu dokter THT di Universitas Airlangga, satu dokter spesialis Penyakit Dalam, dua dokter spesialis Ahli Bedah dan dokter spesialis medik dasar yang sedang menyelesaikan studinya. Nanti setelah selesai akan langsung berdinas di RSUD Tarakan dan kita harapkan sudah mampu memenuhi standar RSUD type B,” tutupnya. (AD)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM

Rahmat Efendi Caleg No Urut 3 Partai Solidaritas Indonesia

Rahmat Efendi Caleg No Urut 3 Partai Solidaritas Indonesia
Jangan Lupa Coblos No Urut 3 Dapil Tarakan Barat dari Partai Solidaritas Indonesia