Penduduk Bertambah, Tarakan Butuh Tambahan Sekolah

Wednesday, August 29, 2018 | 18:53

Bagikan:
Ilustrasi


TARAKAN - KORANDIGITALNET.COM – Jumlah penduduk di Kota Tarakan setiap tahun terus mengalami peningkatan, dengan peningkatan tersebut, sekolah hal yang terpenting untuk anak-anak penerus bangsa yang harus menjenjang pendidikan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Tarakan.

Mengingat sekolah yang tersedia hanya 48 sekolah untuk Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan 12 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN). Terkait hal itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Muhammad Ilham Nor mengatakan Sekolah di Tarakan masih kurang.

“Jumlah penduduk di Tarakan aja mencapai 260.000 jiwa, dan setiap tahun bisa bertambah, jadi kita sangat buuh sekolah baru,” jelasnya, rabu (29/8).

Lanjutnya, dari 48 SDN ini, setiap rombongan belajar (rombel) diisi 28 orang siswa dan untuk SMPN diisi 32 orang satu rombel. Bahkan, salah satu SMPN masih menumpang di sekolah lain. Sementara, idealnya SMP perlu 2 sampai 3 sekolah lagi untuk masa 5 sampai 6 tahun kedepan.

Jumlah kebutuhan sekolah yang harus ditambah ini, kata Ilham mengingat pertumbuhan jumlah penduduk di Tarakan yang semakin tinggi dan signifikan. Ditambah lagi, angka perkawinan cukup tinggi mengakibatkan angka kelahiran yang tinggi, belum lagi pendatang akhirnya kesempatan sekolah untuk tingkat Pendidikan Usia Dini (PAUD) juga menjadi tinggi.

Akhirnya, setelah tamat di PAUD, akan masuk ke SD dan Madrasah Ibtidaiyah. “Kalau SD hanya 4 rombel setiap sekolah, kalau SMP bisa sampai 11 rombel. Jadi SD hanya 24 rombel saja, tapi kalau smp satu tingkat bisa 11 rombel di kelas satu, jadi kali 3 ada 33 rombel dikali 32 siswa dan memang belum normal,” bebernya.

Menurutnya, jumlah kebutuhan dan sekolah yang tersedia tidak akan bisa normal karena output lebih besar daripada input, karena tidak ada upaya lain yang bisa dilakukan selain menambah sekolah, karena untuk menambah bangunan sangat sulit karena terbentuk dengan masalah ketersediaan lahan disekolah yang sudah ada.

“Karena rata-rata lahan yang ada juga sudah dikuasai oleh orang tertentu, jadi sekolah yang ada sulit mau ditambah bangunan. Kalau juga kita mau tambah bangunan keatas, pondasi awal harus dibongkar karena disetting hanya untuk dua lantai misalnya, maka sekolah yang ada harus direhab supaya tidak overload. Tapi, sekarang kalau dibongkar, mau dipindah kemana dulu siswanya,” tutupnya. (AD)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM