Mengenal Kaltara, 24 Pelajar Dari Jakarta Kunjungi Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) dan Balai Adat Tidung

Senin, 13 Agustus 2018 | 18:07

Bagikan:
Nampak sejumlah pelajar asal DKI Jakarta mengunjungi Balai Adat Tindun kota Tarakan.


TARAKAN - korandigitalnet.com – Dalam Program Siswa Mengenal Nusantara yang diadakan oleh Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), para pelajar seluruh kelas XI di DKI Jakarta sebanyak 852, terdapat 24 oelajar lolos dalam kesempatan mengunjungi kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), dimana dari 24 pelajar ini diantaranya pelajar difable dan ditambah satu orang pembimbing.

Kepala Corporate Communication PT Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana mengatakam Kementerian BUMN menunjuk PT Pupuk Indonesia untuk melaksanakan program SMN ke Kalimantan Utara (Kaltara) merupakan Kunjungan pertama dilakukan di Tarakan dengan mengajak para siswa melihat Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) dan Balai Adat Tidung, Minggu (12/8) kemarin.

“Tujuannya, agar anak-anak bisa mengenal keragaman budaya dan kekayaan alam Indonesia. Para siswa ini diseleksi dan syaratnya memang harus berprestasi,” jelasnya.

Lanjutnya, meski digelar setiap tahun, sebenarnya Program SMN ini tidak semestinya digelar bertepatan dengan hari Kemerdekaan RI. Namun, tahun ini karena pelaksanaannya di 17 Agustus maka diisi dengan pengibaran bendera di wilayah perbatasan,Sebatik, Nunukan.

Sementara itu, dengan dipilihnya Kaltara ini, karena BUMN memiliki tugas untuk menangani daerah Terdepat, Terluar dan Tertinggal (3T) agar bisa memberi efek ekonomi di daerah tersebut, agar Pemerintah bisa mengidentifikasi listrik dan kebutuhan lainnya. Rencananya, pada 16 Agustus nanti rombongan SMN ini akan berangkat ke Sebatik, Nunukan untuk mengibarkan bendera.

“17 Agustus nanti kita akan mengadakan upacara di Pulau Sebatik, Nunukan dan mengibarkan bendera merah putih besama. Dan kami datang membawa efek ekonomi untuk masyarakat sekitar dengan memberikan bantuan buku maupun pengobatan gratis sampai membudayakan UKM setempat. Itu tujuan utama BUMN hadir untuk negeri,” katanya.

Disisi lain, VP Human Capital Organizational Effectiveness Telkom, Djonet Hartono menambahkan seleksi siswa yang mengikuti program SMN ini dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi setempat, kriteria seleksi wawasan dan pemahaman kebangsaan nusantara, sejarah pergerakan dan mengenal budaya lokal.

“Tahun ini momentnya pas di 17 Agustus, jadi kita rangkaikan dengan kegiatan upacara dan pengibaran bendera di wilayah perbatasan,” imbuhnya.

Kemudian itu juga, Kepala Cabang Disdikbud Kaltara wilayah Tarakan, Ahmad Yani berharap selain program SMN ini, dalam rangka BUMN hadir untuk negeri intensitas dan kualitasnya bisa lebih banyak untuk siswa. “Jangan disamakan dengan Provinsi lain, kita kan beranda depat NKRI dan memerlukan perhatian besar dibidang pendidikan,” tuturnya.

Hagya Parama, salah satu siswa kelas XI Sekolah Menengah Atas 1 Jakarta Pusat yang  terpilih diantara siswa lain untuk mewakili wilayahnya untuk mengunjungi wilayah terluar Indonesia tepatnya di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara.

“Di Jakarta tidak ada bekantan, saya harapkan Pemerintah lebih memperhatikan pariwisata di Indonesia. Kita penasaran mau lihat Sebatik, ada rumah yang ruang tamu Indonesia, dapurnya Malaysia,” ujar Hagya, siswa dari SMA Negeri 82 Jakarta.

Siswa difabel asli DKI, didampingi oleh pendampinya, Alfareza mengungkapkan hal serupa. Alfareza mengaku bangga karena bisa terpilih di antara teman-teman lainnya untuk mewakili wilayahnya. Tak hanya belajar sejarah, budaya dan bahasa. Melalui kunjungan ke ruang kreatif BUMN, Alfareza mengaku mendapatkan ilmu baru tentang program-program BUMN melalui UKM di berbagai wilayah di Indonesia. (AD)

Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM