Lapas Daftarkn 150 Napi Ke Pesantren

Tuesday, August 28, 2018 | 21:58

Bagikan:
Ilustrasi



TARAKAN - KORANDIGITALNET.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Tarakan saat ini sedang mempersiapkan program pesantren untuk para narapidana maupun tahanan yang menjadi warga binaan di dalam Lapas. 

Kepala Lapas, RB Danang menuturkan saat ini pihaknya tengah mempersiapkan kurikulum bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), setelah itu akan dibawa ke Kementerian Agama (Kemenag) Tarakan.

“Jadi kita lagi mempersiapkan mendaftar ke lembaga Kemenag Tarakan, dan kita bekerjasama dengan BAZNAS dan MUI," jelasnya.

Lanjutnya, dalam program tesebut rencananya, kurikulum ini akan ada mata kuliah wawasan kebangsaan negara, hukum internasional di Indonesia, terkait ancaman diperbatasan Negara, potensi maritim di perbatasan dan tentang Kamtibmas dari Kapolres Tarakan.

Selain itu juga akan dijelaskan terkait narkoba, bahayanya dan cara untuk menghindarinya dalam mata kuliah khusus. Menurutnya, meskipun perang narkoba kerap didengungkan, namun apabila diri sendiri tidak mau berubah dan menjauh dari narkoba maka akan tetap sulit dilakukan.

Intinya, kata Danang, melalui pesantren ini akan menjadi bagian pioner yang akan menggerakkan zero narkoba. “Pesantren ini persiapannya belum selesai, akan kita namanya Al Hidayah dan didalamnya berisi tentang kebangsaan jadi tidak akan ada faham lain-lain,” tegasnya.

Saat ini, Danang mengungkapkan sudah ada sekitar 150 warga binaan yang mendaftar untuk ikut serta dalam pesantren dan sudah mengisi formulir dan siap menjadi santri. Pesantren ini khusus untuk muslim, karena didalam Lapas, jumlah warga binaan mencapai seribu orang. 

Tapi, untuk warga binaan non muslim, Lapas memiliki program lain yaitu tour gereja dan persiapan sekolah Alkitab. Nantinya sekolah Alkitab dan pesantren ini akan jadi mata kuliah keahlian, khusus disamping itu ada Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) yang didalamnya yang menjadi siswanya adalah seluruh agama.

“Mata kuliah nanti bisa diisi oleh Forkopimda, BNN dan tokoh agama untuk mengajar sebagai mata kuliah dasar,” bebernya.

Diakuinya, jumlah warga binaan yang tersangkut narkoba sangat besar sehingga menjadi alasan pesantren ini dibuat. Ia harapkan, akan menjadi cikal bakal perilaku tidak baik, saat masih menjadi warga binaan atau saat sudah keluar nanti.

“Kita akan membuat MoU, pengajarnya nanti dari Forkominda memberikan kuliah umum, tapi tidak ada honornya. Karena kita bersama-sama mau menjadikan warga binaan menjadi lebih baik lagi,” tutupnya. (AD)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM