Lakukan Patroli Rutin, Petugas Dapatkan 3 Orang Bawa Sajam

Saturday, August 25, 2018 | 18:19

Bagikan:
Tampak kedua tersangka pembawa sajam yang berhasil diamankan oleh tim Jatanras Polres Tarakan.



TARAKAN - KORANDIGITALNET.COM – Maraknya pencurian dan tindak kriminalitas jalanan membuat Polres Tarakan terus meningkatkan pengawasan dan pengamanan dengan melakukan patroli. Tidak hanya diwilayah pemukiman padat penduduk, patrol juga dilakukan di wilayah perkotaan terutama di kawasan yang memang rawan terjadi kriminalitas.

Terkait hal itu, Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan melalui Kasat Reskrim AKP Choirul Yusuf menuturkan, jajaran Reskrim juga dituntut untuk melakukan patroli. Hasilnya, saat patroli yang dilakukan Unit Jatanras Satreskrim Polres Tarakan, 21 Agustus lalu di belakang Toko Malino, Losmen Fortune, Beringin 1, Kelurahan Selumit Pantai, ditemukan seorang warga yang membawa badik.

“Memang pria berinial JB (18) ini tampak mencurigakan. Seperti putar-putar dan sering lihat kiri kanan seperti memastikan apakah kondisi aman atau tidak. Apalagi, saat itu sekitar jam 2 dinihari, makanya kita curigai dan langsung dilakukan penggeledahan,” ujarnya.

Saat digeledah, polisi yang awalnya mengira akan menemukan narkoba, malah menemukan senjata tajam jenis badik. JB pun beberapa kali kebingungan dan seperti gugup, saat polisi menanyakan alasan ia membawa badik, terutama diwilayah padat penduduk dan perkotaan.

“Kita khawatirkan orang tersebut dilokasi yang sepi, tahu-tahu ambil barang dan malah menikam orang. Jadi, kita antisipasi dengan cara mengamankan, karena diwilayah perkotaan tidak wajar bawa sajam,” tandasnya.

Selain JB, dua hari sebelumnya sekira pukul 01.00 wita dinihari, Unit Jatanras juga mendapati dua orang mencurigakan berinisial SR (35) dan SH (39) dan saat digeledah ditemukan badik jenis sajam. Diakui Kasat, di wilayah Kelurahan Selumit Pantai ini kerap terjadi premanisme dan pencurian bahkan juga peredaran narkoba jenis sabu, sehingga atensi Kapolres  untuk meningkatkan patroli diwilayah tersebut, guna menjaga keamanan masyarakat.

“Sama dengan JB, untuk pelaku SR dan SH ini kita belum tahu motifnya membawa sajam dilokasi perkotaan. Kan sudah jelas, kurang pas orang membawa sajam diperkotaan, takutnya disalahgunakan untuk hal yang tidak seharusnya,” ungkapnya.

Selain alasan membawa badik yang tidak bisa disebutkan, karena dari pihak pelaku pada waktu diinterogasi sulit menjawab, akhirnya dibawa dan diamankan. “Ketiganya diamankan dan ditahan karena dikhawatirkan bisa membuat keributan atau kejadian kriminalitas, kita kenakan Pasal 2 ayat 1 Undang Undang Darurat No. 12 tahun 1951, ancaman pidananya bisa sampai 10 tahun penjara,”tutupnya. (AD)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM