Kementerian Pertanian RI Gelar Focus Discussion

Wednesday, August 15, 2018 | 23:12

Bagikan:
Saat Kadisperindagkop UKM Kaltara Drs Hartono memberikan materi pada acara Focus Discussion,Dihotel Swiss Ball Tarakan.



TARAKAN - korandigitalnet.com - Bertempat di Hotel Swiss Bell Tarakan, Dilangsungkan acara Focus Discussion "Pengelolaan Perberasan Daerah Perbatasan Kalimantan Utara.(15/8/2018)

Kepala Disprindagkop & UKM Kalimantan Utara Drs Hartono, Hadir sebagai pemateri pada acara tersebut mengatakan, Tarakan ditunjuk sebagai pertumbuhan ekonominya yang stabil,  dibanding kabupaten lain di Kaltara"Beras di Kaltara ini kan kebanyakan didistribusi dari Sulawesi dan Kaltim, khusus untuk kabupaten Bulungan sendiri, Distribusinya melalui Berau, Karena sangat dekat dengan Tanjung Selor.

Acara yang merupakan garapan Kementerian Pertanian RI ini juga mengundang Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kaltara, Andi Santiaji, sebagai narasumber yang mana memaparkan tentang produksi beras dan juga lahan pangan.

Dalam beberapa kesempatan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sering bersinergi dengan Dinas Perindagkop & UKM Provinsi Kaltara, utamany dalam hal sidak stok kebutuhan pokok, Baik menjelang harihari besar maupun sidak rutin yang bertujuan memberikan kepastian kepada masyarakat khususnya stok maupun harga, khsusnya di Kota Tarakan"Kemarin kita tetapkan Tarakan sebagai lokasi Opsi Pasar, Hal ini dilakukan karena pasokan beras dan bahan pokok lainnya kebanyakan dari luar, Contohnya pada saat menjelang hari raya, kenaikan harga ayam potong perkilonya sangat tinggi, Sehingga sempat membuat kepanikan di masyarakat, Dan untuk harga daging masih mengikuti harga standar yang ditetapkan, Yaitu sekitar 80.000 rupiah perkilonya,"Urainya.

Diakui Hartono, bahwa, Ada beberapa penyalur yang menyalurkan daging tidak resmi atau ilegal di Kaltara ini,"Waktu kita lakukan sidak ada beberapa penyalur yangkita temukan daging menyalurkan daging ilegal yang tidak dilengkapi izin resmi, Dan kita berikan peringatan bahwa, Penyalur yang tidak melalui Bulog kita akan larang," Tegas Kadisprindagkop & UKM Kaltara ini.
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM