Kehalalan Vaksin MR, MUI Tunggu Perintah Pusat

Jumat, 03 Agustus 2018 | 18:41

Bagikan:
Ilustrasi


TARAKAN - korandigitalnet.com - Program Pemerintah dengan pemberian Vaksin MR yang merupakan kombinasi vaksin campak atau Measles (M) dan Rubella (R) serentak di seluruh Indonesia masih mendapatkan penolakan di beberapa daerah. Terkait hal itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tarakan belum berani mengambil sikap terhadap MR tersebut.

"Jadi MUI Pusat saat ini sedang membahas persoalan pro kontra mengenai vaksin Measles dan Rubella (MR), maka kita tunggu saja keputusan dari MUI pusat terkait dengan kehalalan vaksin itu," jelas Wakil Ketua 1 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tarakan, Syamsi Sarman.

Selain itu, Khusus di Kaltara, pemberian vaksin sudah mulai dilakukan sejak Rabu (1/8) kemarin dan akan dilaksanakan bertahap mulai 1 Agustus hingga 30 September dengan sasaran umur 9 bulan sampai 15 tahun sesuai intruksi dari Kementrian Kesehatan.

Sementara itu, MUI sangat mendukung kesehatan masyarakat melalui vaksin, tetapi MUI meminta kepada pihak Kementerian Kesehatan untuk mengajukan halalisasi terhadap vaksin tersebut. “Ini yang saya kira sampai sekarang belum terwujud,” katanya.

Sebenarnya, kata Syamsi pihaknya pun tidak bisa mengambil keputusan karena vaksin MR belum mendapatkan sertifikasi halal dari MUI. Biasanya, keputusan yang akan disampaikan ada dua, apakah diproses sertifikasi halal terlebih dahulu atau digunakan dengan kondisi darurat.

Tetapi, dalam kondisi darurat pun nantinya MUI akan membuat pernyataan, bahwa dalam kondisi untuk kesehatan nasional maka MUI menyetujui. “Kita tunggu aja keputusan MUI tanggal 8 Agustus nanti,” tutupnya. (AD)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM

Rahmat Efendi Caleg No Urut 3 Partai Solidaritas Indonesia

Rahmat Efendi Caleg No Urut 3 Partai Solidaritas Indonesia
Jangan Lupa Coblos No Urut 3 Dapil Tarakan Barat dari Partai Solidaritas Indonesia