Bocor Duluan, BNNP Kesulitan Menyelidiki Kasus Penemuan Sabu Di Bandara

Sabtu, 11 Agustus 2018 | 18:39

Bagikan:
Kepala BNNP Kaltara Brigjend Pol Ery Nursatari


TARAKAN - korandigitalnet.com  - Bocornya informasi penemuan sabu yang beratnya hampir mencapai 2 kg di x-ray Cargo Bandara Juwata Tarakan, Selasa (24/7) membuat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara kesulitan untuk mengungkap pihak-pihak yang terkait dalam kasus ini.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BNNP Kaltara, Brigjend Pol Ery Nursatari, dimana dirinya menyayangkang pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menyebarkan informasi terkait penemuan sabu tersebut melalui media sosial (medsos).

“Ketika informasi ini bocor, akses kita untuk melakukan pengembangan siapa pihak-pihak yang terkait di dalamnya, karena bila diketahui oleh para pelaku, sehingga kami sulit untuk melakukan pengembangan,” bebernya.

Dirinya mengungkapkan ketika informasi terkait penemuan sabu yang beratnya hampir 2 kg tersebut tersebar di medsos, akses untuk melakukan pengembangan untuk mencari pihak-pihak terkait dalam kasus ini terputus.

“Kita kesulitan melakukan pengembangan, karena aksesnya sudah tidak ada, namun kita berusaha terus mencari siapa pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini,” ujarnya.

Dirinya juga meminta kepada semua pihak termasuk masyarakat untuk dapat membantu BNNP Kaltara dan aparat keamanan dalam memerangi narkoba.

“Saya berharap bila ada masyarakat yang mendapatkan informasi berkaitan dengan narkoba, jangan untuk disebarkan dulu, bila perlu informasikan ke kami untuk kita tindak lanjuti,” ujarnya.

Selain itu dirinya juga berharap media memiliki peranan untuk membantu BNNP Kaltara dalam mengungkap kasus narkoba di Kaltara.

“Teman-teman media juga perlu memahami, bukan maksud kami untuk menutup-nutupi, tapi kita berusaha untuk mengungkap dulu siapa-siapa saja pihak yang terlibat, sehingga saya berharap media yang ada di Kaltara memahaminya,” ujarnya.

Selain itu khusus kasus kali ini, pihaknya sudah meminta seluruh pihak jasa pengiriman yang ada di Kaltara untuk memproses pengiriman barang sesuai dengan identitas pengirim.

“Kalau yang mengirim perusahaan sudah ada datanya, yang menjadi permasalahan ini pengiriman barang secara perorangan, dimana kerap kali pengirim terutama barang terlarang seperti narkoba menggunakan identitas palsu, intinya tidak menggunakan KTP tidak boleh di proses,” pungkasnya.

Sebelumnya pada Selasa  24 Juli lalu, petugas x-ray Cargo Bandara Juwata Tarakan menemukan 2 benda yang mencurigakan, setelah dilakukan pemeriksaan oleh Avsec Bandara Juwata Tarakan ditemukan sabu di dua paket dengan berat masing-masing 1.032 gram dan 959 gram.

Diketahui kedua paket berisi barang haram tersebut akan di kirim ke Makassar, terkait kasus ini, BNNP Kaltara sudah melakukan koordinasi dengan BNNK dan BNNP yang ada di Makassar untuk mencari tahu siapa pemilik barang haram tersebut.(AD)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM