18 Peserta Pelatihan dan Sertifikasi SKKNI Pengelasan Mendapatkan Bantuan Senilai 180 Juta

Selasa, 07 Agustus 2018 | 08:52

Bagikan:
PELATIHAN IKM : Photo bersama para Peserta pelatihan dan Sertifikasi SKKNI Pengelasan, Kementerian Perindustrian RI Ni Wayan Yuni Widayanti dan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi & UKM Drs Hartono MSi, Setelah penyerahan bantuan.(5/8).


TANJUNG SELOR - korandigitalnet.com - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Utara bersama Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Bekerjasama melaksanakan Program Sinergitas. 

Drs Hartono Msi, selaku Kepala Dinas Perindagkop & UKM Prov. Kaltara mengatakan kaltara merupakan salah satu provinsi yang terpilih," Kegiatan ini sangat penting dan sangat besar manfaat dan tujuannya untuk masyarakat Kaltara khususnya kepada para pelaku usaha," Katanya


Program Sinergitas Direktorat LMEA Ditjen IKM Kemenperin adalah program yang dimulai dari tahun 2018 yang bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Daerah di Indonesia dan Dinas Perindagkop & UKM Provinsi Kalimantan Utara merupakan salah satu provinsi yang melaksanakan program tersebut.

"Program ini bersumber dari dana APBN yang terbagi dalam dua kegiatan pertama kegiatan Bimbingan Teknis IKM di sektor logam (Pengelasan) yang dilaksanakan oleh Satuan Kerja Daerah (Disperindagkop & UKM Prov. Kaltara) dan kegiatan bantuan Peralatan Mesin Logam (Pengelasan) yang dilaksanakan oleh Direktorat IKM Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut (LMEA) Ditjen IKM Kementerian Perindustrian," Jelas Hartono

Program ini diawali dengan Kegiatan Bimbingan Teknis Wirausaha Baru (WUB) IKM Pengelasan Dan Sertifikasi Kompetensi SKKNI yang dilaksanakan di Lembaga Latihan Kerja Tarakan Tanggal 1-9 Mei 2018 dengan peserta berjumlah 20 Orang dari IKM yang bergerak dibidang pengelasan logam.

"Seperti saya katakan tadi bahwa, Anggaran kegiatan ini bersumber dari Anggaran Dekonsentrasi DIPA APBN pada Satker Dinas Perindagkop Provinsi Kalimantan Utara yang Pada akhir pelatihan ini peserta di uji sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Pusat untuk mendapatkan Sertifikat Kompetensi Profesi," Terang Hartono

Dari 20 Orang Peserta, 18 Orang dinyatakan Lulus Ujian Sertifikasi Las. Para Peserta berasal dari 3 Kabupaten Kota dengan rincian 8 Orang dari Kota Tarakan, 6 Orang dari Kabupaten Bulungan dan 6 Orang dari Kabupaten Tana Tidung. 

Kepala Disperindagkop & UKM Kaltara Hartono memberikan pemaoapem dihadapan ke 18 Peserta pelatihan dan Sertifikasi SKKNI Pengelasan.


Para peserta pelatihan merupakan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Berbasis Logam Pengelasan melalui Keputusan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Utara Nomor: 530/040/SK/DPPK-UKM Tanggal 24 April 2018 dan menjadi binaan Disperindagkop Kaltara.

Hartono juga menguraikan bahwa, Setelah proses Bimbingan Teknis (Pelatihan) dan Uji Sertifikasi Profesi Selesai, Kemudian Disperindagkop Kaltara mengajukan permohonan bantuan alat kepada kemenperin. Tim dari Kementerian Perindustrian bersama Disperindagkop Kaltara selanjutnya melakukan pengecekan dan visitasi ketempat IKM yang telah dilatih, guna memastikan bahwa alat yang diusulkan sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan Sumberdaya Khususnya Kesesuaian Listrik dan Bahan bakar,' Urainya.

Setelah proses verifikasi telah selesai, maka IKM tersebut diberikan mesin peralatan dengan skala prioritas kebutuhan, mengingat keterbatasan anggaran,  Selanjutnya Kemenperin melalui Dirjen IKM Mengirimkan alat yang diusulkan bersumber dari anggaran APBN pada Ditjen IKM dan dilakukan serah terima di Tanjung Selor pada Senin 6 Agustus 2018 di Kantor Dinas Perindagkop & UKM Kaltara yang diserahkan oleh Kasubdit Logam dan Mesin Ditjen IKM Kementerian Perindustrian Ni Wayan Yuni Widayanti kepada Kadis Perindagkop Kaltara dan di teruskan kepada 20 Orang IKM Pengelasan yang tergabung dalam 3 kelompok Usaha Bersama di Kabupaten Bulungan, Kabupaten Tana Tidung dan Kota Tarakan.

"Bantuan yang kita berikan berupa, mesin Bending Logam 2 Unit, Mesin Diesel 1 Unit, Mesin Genset Diesel 1 Unit, Mesin Cutting Wheel Logam 2 Unit, Ragum 2 Unit, Mesin Las 900W 2 Set, Mesin Las 1300W 1 Set, Mesin Gerinda Tangan 2 Unit, Mesin Gergaji Mitter Logam 1 Unit, Mesin Hummer Drill 1 Unit, Bor Besi 16 mm 1 Unit, Mesin Bor Rotary 1 Unit, Mesin Bor Duduk 1 Unit, Mesin Kompresor Bensin 1 HP 2 Unit, Kompresor Listrik 2 HP 2 Unit, Bor Tuner Set 1 Unit, dan Tang Buaya 1 Buah dengan total Anggaran sebesar 180 Juta Rupiah," Tutup Hartono (AS)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM