Tolak Kehadiran Grab, Ratusan Sopir Angkot Penuhi Kantor DPRD

Kamis, 19 Juli 2018 | 19:19

Bagikan:
GRAB : Ratusan sopir angkot melakukan aksi menolak kehadiran Grab di depan kantor DPRD Kota Tarakan.(19/7).


TARAKAN - korandigitalnet.com - Transportasi online (Grab) yang sudah beroperasi selama 5 bulan melayani penumpang secara online banyak menuai kontra, seperti halnya sopir Angkutan Kota (Angkot), baik Taxi Bandara hingga Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) yang melakukan aksi demo di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan, kamis (19/7), sekitar pukul 09.00 wita.

Ratusan supir angkot ini berdemo menolak keberadaan Grab , karena hal  tersebut membuat sopir angkot dan Taxi mengalami kekurangan penumpang. Pasalnya, penumpang tersebut berlarian dengan mengunakan transportasi Grab.

"Intinya kami merasa dirugikan dengan adanya Grab ini," teriak salah satu Sopir yang melakukan unjuk rasa di depan gedung DPRD, kamis (19/7).

Selain merugikan, Grab tersebut selama ini beroperasi tanpa memiliki Izin beroperasi.

"Kami tidak inginkan Grab Di Tarakan ini, karena grab ini menghalangi kami dalam mencari rezeki, apalagi Grab ini tidak ada batasan dalam merekrut anggotanya, tidak pandang, mau dia oknum berplat dari luar Tarakan tetap bisa masuk Grab, dan ini merugikan kami semua," terang Hamka Ketua SPTI Tarakan.

Sementara itu, Ketua DPRD Tarakan, Salman Aradeng mengatakan, saat dalam rapat yang diadakan di Kantornya, dirinya mendapatkan pengaduan dari Anggota SPTI agar Grab di Tarakan tidak diberikan izin untuk beroperasi dan menghapus aplikasi untuk daerah Tarakan.

“Jadi Grab ini di Larang beroperasi di Tarakan, dan juga tidak dikeluarkan rekomendasinya untuk pengajuan Izin operasi di Tarakan, kecuali untuk tingkat Provinsi apabila mereka memenuhi  dan mematuhi Permen Hum 108 dengan melibatkan angkutan umum yang sudah ada,” Ujarnya.

Terkait dengan aplikasi yang ada,  ini diluar dari kewenangan Anggota DPRD, Kominfo, Polres untuk menghapus aplikasi tersebut.

“Akan kami ikuti regulasi yang ada untuk permasalahan aplikasi ini, dan untuk kedepannya akan kami coba untuk mengundang pihak Grab untuk membicarakan terkait masalah tersebut,” tambahnya.

Kemudian itu juga, Kapolres Tarakan, AKBP Yudhistira mengatakan, untuk dalam operasi Grab tanpa izin ini, pihaknya sudah beberapa kali mengamankan beberapa anggota Grab dengan cara melakukan penilangan.

"Bila kita liat masih beroperasi kita akan tilang, dan juga bila ada yang menemukan Grab masih beroperasi segera laporkan ke kami, akan kami proses," tutupnya. (AD)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM