Ternyata, Pencuri Batrai Tower Ini Juga Terjerat Curanmor

Kamis, 19 Juli 2018 | 17:47

Bagikan:
PENCURIAN : Tersangka JR pelaku pencurian baterai milik operator seluler di Tarakan yang diapit oleh aparat keamanan Resort Tarakan.



TARAKAN - korandigitalnet.com - Berhasil mengungkap pelaku pencurian baterai, akhir pekan lalu. Satreskrim Polres Tarakan kemudian mengembangkan dugaan pencurian sepeda motor (curanmor), dengan pelaku yang sama.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan melalui Kasat Reskrim AKP Choirul Yusuf saat dikonfirmasi menuturkan, JR (28) yang merupakan pelaku pencurian baterai milik dua operator jaringan terbesar ini ternyata juga pelaku curanmor di tiga lokasi berbeda.

"Pelaku yang pencurian baterai, setelah kita lakukan pendalaman ternyata ada laporan pengaduan di bulan Mei, JR juga merupakan pelaku tindak pindana curanmor", ujarnya, dikonfirmasi kamis (19/7).

Setelah dikembangkan, JR tidak sendiri melakukan curanmor melainkan bersama rekannya berinisial BU (24) yang diamakan dirumahnya, di Jalan Aki Balak karena turut serta membantu JR melakukan pencurian motor. Tiga laporan polisi, curanmor di tiga lokasi berbeda di Juata Permai dan Jalan Karang Anyar, salah satu korbannya adalah pegawai di perusahaan leasing motor. 

"Tidak menutup kemungkinan ada lokasi lainnya lagi, sementara ini masih kita kembangkan", katanya.

Modusnya JR beraksi, selain mengambil motor yang diparkir diteras rumah korbannya menggunakan kunci T dengan merusak tempat kunci, ada juga motor yang diambil JR di parkiran saat melihat ada kunci motor masih menggantung.

Menurut pengakuan kedua pelaku ini, motor hanya digunakan untuk sehari-hari dan tidak dijual. Namun, motor tersebut juga digunakan JR untuk melakukan aksi pencurian baterai tower di puluhan lokasi berbeda. Sementara, dua motor lainnya ditemukan polisi masih terparkir rapi didalam gudang.

"Tiga motor ini kita dapat di gudang rumahnya, kalau satu motor ada yang digunakan untuk mencuri baterai. ini kita kembangkan kemungkinan ada lokasi lain yang jadi tempat pencurian dua pelaku ini", tandasnya. 

Keduanya dijerat dengan pasal 363 junto pasal 363 junto pasal 55 KUHP dengan ancaman minimal 5 tahun penjara. Kasus JR sama BU ini kita jadikan tiga laporan polisi, karena ada tiga lokasi kejadian. "Jadi, antara dua orang pelaku ini ada yang kita kenakan pasal 362 karena hanya membantu mendorong, ada juga yang pasal 363 keduanya karena bersama-sama melakukan pencurian", tegasnya.(AD)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM