Penyebab Kecelakaan Dikarenakan Tidak Adanya Transportasi Resmi

Sunday, July 1, 2018 | 12:38

Bagikan:
Photo speed berbahan kayu yang menjadi alat transportasi bagi penyeludup masuk Indonesia-Malaysia.


KALTARA - korandigitalnet.com - Kasus kecelakaan laut yang terjadi di perairan Sei Nyamuk, kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, provinsi Kalimantan Utara yang mana telah menelan 5 korban jiwa pada Jumat malam tanggal 27 juni 2018, Menyisahkan duka mendalam bagi keluarga korban.

Salah satu keluarga korban (Petrus) menuturkan bahwa, Korban selalu melalui jalur ilegal masuk ke Malaysia, dikarenakan belum adanya jalur resmi Sebatik- Tawau yaitu transportasi laut yg menghubungkan antar kedua negara Indonesia dan Malaysia ini.  Para TKI menuju Tawau dengan cara menyeludup, karena Dia kerja disana. Sebagian korban lainnya juga ada yang baru mau mencari kerja," Tuturnya.

Sementara itu, Bahruddin, warga sebatik mengatakan, peristiwa ini sering kali terjadi, Beberapa hari yang lalu juga ada Speed Boat menabrak rumah orang Philipina di daerah Batu Empat, Mereka dikejar oleh Marine Malaysia, "Kasus seperti ini sering terjadi, Para TKI yang ingin masuk ke Malaysia melewati Sebatik, berangkatnya malam hari, karena kalau berangkat siang, akan di tangkap oleh aparat kemanan negara tetangga." Katanya

Dia juga menuturkan, Mestinya Pemerintah daerah dan pemerintah Provinsi dapat memberikan solusi agar hal ini tidak terulang terus. Harus ada solusi untuk menghindari musibah yang bisa menimbulkan korban jiwa, untuk itu di harapkan ada transportasi laut yang resmi masuk ke Tawau, Karena kalau selalu menggunakan kapal yang tidak resmi, saya yakin, Kecelakaan laut akan terus ada di Sebatik ini," Urai Bahruddin

"Diharap pak Irianto Lambrie selaku Gubernur kaltara atas nama pemerintah Indonesia dan Pemerintah Malaysia harus mempertimbangkan hal ini dan melakukan pertemuan antara dua negara, Tujuannya adalah, bagaimana supaya ada kesepakatan, sehingga ada transportasi laut yang resmi, sehingga para TKI dan warga Sebatik yang ingin menyebrang ke Tawau tidak lagi menggunakan kapal ilegal, Kenapa sering ada tabrakan, ya karena berangkat malam tanpa ada lampu jalan, Kalau menggunakan lampu pasti kena tangkap sama aparat kemanan, Kan banyak pengusaha Speedboat di Kaltara ini, dan siap menyiapkan armada tersebut," Harap Bahruddin
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM