Lahir Diluar Nikah, Bayi Malang Dibunuh Orang Tua Kandungnya

Rabu, 11 Juli 2018 | 14:25

Bagikan:
Saat Kapolres Tarakan, AKBP Yudhistira Midyawan menjawab pertanyaan dari awak media terkait penemuan kuburan bayi.


TARAKAN - korandigitalnet.com - Warga Kelurahan Selumit sempat dihebohkan dengan datangnya anggota polisi ke Tempat Pemakaman Umum yang berada di Kelurahan Selumit tersebut dibongkar oleh Kepolisian pada senin kemarin (9/7).

Pembokaran makam tersebut dilakukan Kepolisian berawal dari dengan adanya laporan masyarakat terkait adanya pemakaman seorang bayi yang tidak diketahui identitasnya.

"Jadi, kita menerima laporan saksi bahwa ada pemakaman bayi yang tanpa identitas, kita langsung selidiki dan kita lakukan pengalian terhadap makam itu," jelas Kapolres Tarakan, AKBP Yudhistira Midyawan, kemarin (10/7).

Lanjutnya, ternyata pembongkaran kuburan bayi tersebut untuk mengungkapkan kasus yang diduga pembunuhan terhadap seorang bayi yang dilakukan oleh salah seorang remaja yang berinisial M (21) yang bekerja di salah satu toko yang berada di Tarakan.

Kemudian itu, kita berhasil mendapatkan ibu dari sang bayi. Ia mendapatkan pengakuan dari M jika dirinya sengaja membunuh bayi yang baru saja keluar dari rahimnya. saat diperiksa lebih lanjut M mengatakan, jika motif dirinya membunuh bayi yang tak berdosa tersebut lantaran tak ingin menanggung malu karena anaknya lahir diluar nikah.

“Selain takut malu, dia juga tidak ingin kalau hal ini diketahui oleh orang tua dan orang sekitarnya,” ujarnya.

Sementara itu, keterangan yang didapatkan dari M, dirinya melakukan pembunuhan pada bayinya dengan cara membekap mulutnya saat bayi tersebut sudah keluar dan saat akan menangis.

Dan dari informasi lebih lanjut yang didapatkan, jika bayi tak berdosa ini lahir secara normal, dengan kondisi umur bayi yang dalam kandungan 9 bulan.

“Dia melahirkan di rumahnya, dan kejadiannya ini sudah terjadi sekitar 2 bulan yang lalu,” terangnya.

Adapun Keterangan dari saksi yang dikumpulkan oleh pihak kepolisian yakni dari Kakaknya M dan teman Kakaknya, jika bayi tersebut dikuburkan pada bulan Mei lalu, dan diketahui Kakak dari M ini juga mengetahuinya jika bayi tersebut sudah meninggal saat dikeluarkan dari rahimnya dan ikut serta dalam penguburan pada bayi tersebut.

“Kakaknya mengetahui  kalau bayi tersebut sudah meninggal karena pada saat dilahirkan tidak adanya pertolongan medis saat persalinan berlangsung, dan bayi ini sudah tidak tertolong lagi, dan pengakuan dari M ini dirinya melakukan persalinan sendiri tanpa adanya bantuan dari orang lain,” jelasnya.

Setelah dilakukan pembongkaran terhadap kuburannya,  bayi malang ini ditemui sudah dalam keadaan tulang belulang, dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan penelitian “apakah benar jika bayi tersebut memang anak M dan untuk mengetahui apakah bayi tersebut memang dibunuh pada 2 bulan yang lalu atau sudah lebih,” ungkapnya.

Saat berita ini diturunkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, dan masih mencari pasangan atau pacar dari M yang berinisial C selaku ayah dari jasad bayi tersebut. (AD)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM