Apeksi Jadi Ajang Silaturahmi Warga Pendatang

Jumat, 27 Juli 2018 | 19:56

Bagikan:
APEKSI : Tampak Walikota Gunung Sitoli berdiskusi dengan Masyarakat asal Kota Madya Gunung Sitoli.


TARAKAN - korandigitalnet.com - Berbagai kegiatan yang digelar dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Tarakan selama tiga hari ini, selain memperkenalkan keragaman masing-masing budaya di daerahnya juga sekaligus bersilaturahmi dengan warga pendatang dari daerahnya di Tarakan.

Salah satunya, Wali Kota Gunungsitoli, Lakhomizaro Zebua yang mengumpulkan warganya di salah satu rumah makan di Jalan Slamet Riyadi, Rabu (25/7) malam kemarin.

"Saya senang datang ke Tarakan dan saya lihat kotanya indah. Secara khusus Dinas Pekerjaan Umum saya bawa untuk melihat apa saja yang perlu kita terapkan di Kota Gunung Sitoli," ujarnya.

Di Kota Gunung Sitoli, pariwisata dan kelautan jadi salah satu sumber pendapatan daerah, melihat Tarakan meski mengandalkan sumber minyak dan gas tetapi soal pariwisata tetap diutamakan menjadi inovasi yang akan dibawanya ke Kepulauan Nias nantinya.

"Kerja sama dan komunikasi sesama daerah itu yang memang perlu kita lakukan," imbuhnya.

Soal warganya di Tarakan, ia mengaku sangat puas bisa bertemu dan duduk bersama. "Nah, saya sangat senang dan saya sampaikan kepada warga saya untuk patuh dan taat terhadap budaya di Tarakan dan bisa membawa nama Kepulauan Nias. Saya ajak kalau hari besar, misalnya Natal ya pulanglah ke Nias jadi kita bisa saling bercerita dan berbagi pengalaman," bebernya.

Tidak hanya wali kota Gunungsitoli, Komite Olahraga Nasional Indonesai (KONI) Pekan Baru juga turut berkunjung ke KONI Tarakan. Dipimpin Ketua KONI Pekan Baru, Anis Murzil, dalam pertemuan dengan KONI Tarakan yang diwakili oleh Sekretaris Umum KONI Tarakan Bismark Sanusi,  ada beberapa poin yang menjadi pembahasan. 

“Selain Bersilahturahim, kita dari bertukar pikiran dan KONI Pekan Baru banyak belajar dari KONI Tarakan,” ungkap Anis Murzil. 

Diakui Anis, dari diskusi yang dilakukan dengan KONI Tarakan pihaknya banyak belajar mengenai pengelolaan anggaran besar yang pernah didapatkan oleh KONI Tarakan beberapa tahun lalu. Selain itu, pihaknya juga sangat mengapresiasi terhadap KONI Tarakan lantaran kondisi anggaran yang begitu defisit namun masih bisa mengelola KONI dan Cabor dengan baik. 

Dengan anggota Cabor yang sudah mencapai 56, tidak mudah untuk mengelola dan membagi anggaran yang begitu terbatas. Sementara itu, untuk KONI Pekan Baru saat ini baru 32 Cabor yang ada. Tentu cara mengelola anggaran yang terbatas dengan anggota yang banyak merupakan bekal ilmu yang harus dibawa pulang oleh KONI Pekan Baru. 

“Meski anggaran kita di KONI Pekan Baru lebih besar Tarakan, namun kita juga ingin tahu bagaiman KONI Tarakan bisa bertahan dengan anggaran terbatas, bisa mengakomodir Cabor, dan apa yang akan dilakukan kedepannya,” bebernya. 

Dilanjutkan Anis, ada poin menarik juga yang didapatkan dirinya saat pertemuan tersebut, yaitu adanya Peraturan Walikota (Perwali) yang mengatur bagaimana pembagian porsi keuangan KONI Tarakan. Diketahui, dari Perwali yang ada KONI Tarakan hanya menggunakan 35 persen untuk anggaran operasional dan 65 untuk anggaran cabor dari dana hibah yang diberikan pemerintah. 

“Ini bisa menjadi bahan masukkan kami ke walikota kami. Bisa juga menjadi aturan baru kami nanti ini,” tutupnya. (AD)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM

Rahmat Efendi Caleg No Urut 3 Partai Solidaritas Indonesia

Rahmat Efendi Caleg No Urut 3 Partai Solidaritas Indonesia
Jangan Lupa Coblos No Urut 3 Dapil Tarakan Barat dari Partai Solidaritas Indonesia