Ujaran Kebencian Dilakukan Dandy Rahmadilla, MUI Cabut Laporan

Saturday, June 2, 2018 | 14:14

Bagikan:
Dok : Saat MUI Tarakan melaporkan Dandy Rahmadila pelaku ujaran kebencian di Polres Tarakan.



KORANDIGITALNET.COM - TARAKAN - Kasus ujaran kebencian yang terjadi pada 7 April lalu, yang dilakukan oleh Dandy Rahmadila, kini Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tarakan mengirimkan surat ke Polres Tarakan untuk menarik laporannya tersebut.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midhyawan melalui perwira Urusan Subbag Humas Ipda Taharman menuturkan surat dikirimkan per tanggal 31 Mei setelah koordinasi dengan penyidik sebelumnya.

"Kemarin baru kita terima surat dari MUI Tarakan, isinya memang pencabutan laporan mengenai masalah yang dialami Dandy Rahmadila soal penghinaan dan ujaran kebencian yang di media sosial (medsos) 6 April lalu," jelasnya.

Alasan MUI mencabut laporan, kata Ipda Taharman karena sejak awal Dandy berlaku kooperatif, lebih baik dan mengakui kesalahannya. Selain itu dari pihak MUI juga memaafkan pernyataan Dandy yang menyebutkan lagu jaran goyang lebih baik dari suara adzan.

"Tapi, sesuai prosedur pencabutan laporan akan dilampirkan di berkas untuk jadi pertimbangan di Pengadilan. Tapi perkara tetap lanjut karena berkas sudah tahap 1 dan rencananya Juni nanti sudah tahap 2," katanya.

Sementara itu, Ketua MUI Tarakan, KH Mohammad Anas dikonfirmasi Kamis kemarin mengaku tidak mengetahui jika surat pencabutan laporan yang dikirimkan tidak bisa melepaskan Dandy dari hukuman.

"Ternyata proses sudah berjalan, tapi kita berharap surat memaafkan ini paling tidak bisa mengurangi hukuman," katanya.

Menurutnya, moment ramadan ini bisa menjadikan Dandy belajar dan tidak mengulangi lagi perbuatannya. "Bentuk Islam itu agama memaafkan, tapi bukan berarti memaafkan malah membiarkan kasus yang sama terjadi lagi, cukup ini saja jadi pelajaran," tutupnya. (AD)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM