Demi Keamanan, Polres Tempatkan Kawat Berduri di KPU dan Panwaslu

Tuesday, June 26, 2018 | 18:12

Bagikan:
Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Widyawan


TARAKANkorandigitalnet.com - Pengamanan dalam pelaksanaan Pilkada Tarakan yang akan digelar 27 Juni besok akan dilakukan maksimal oleh Polres Tarakan dengan back up dari Polda Kaltara. Selain memback up dan memberikan pengaman terhadap kotak suara, Tempat Pemungutan Suara (TPS), distribusi perlengkapan kotak suara, pengamanan juga dilakukan di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tarakan.

Mencegah hal yang tidak diinginkan, Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midhyawan menuturkan pihaknya menempatkan kawat berduri dan kendaraan water canon di KPU dan Bawaslu Tarakan.

“Kita antisipasi ada pergerakan masa ke kantor Bawaslu maupun kantor KPU. Pengamanan sudah mulai ditempatkan, satu peleton di KPU dan satu peleton lagi di Bawaslu. Karena, anggota Polres sudah banyak yang diterjunkan ke TPS dibantu dengan Linmas,” ujarnya, ditemui Senin (25/6) kemarin.

Selain itu, ia pun juga memperkuat dengan rayon 90 dari Malinau 30 personel dan Polda 150 personel. Diback up juga dari Brimob sebanyak 100 personel ditambah lagi TNI sebanyak 200 personel. Total untuk mengamankan 300 TPS di hari pencoblosan nanti.

“Total pengamanan dengan TNI sekitar 900 orang personel, ditambah Linmas 600 orang. Jadi, kurang lebih 1500 orang personel kita siagakan,” katanya.

Kapolres mengaku sudah mengeluarkan Maklumat yang isinya melarang mengganggu ketertiban, fasilitas umum dan kegiatan yang mengganggu arus lalu lintas, provokasi, melakukan tindakan anarkis yang berpotensi sara.

Setiap TPS atau jalan setiap pemungutan suara, dilarang ada aktivitas kelompok mengatasnamakan organisasi tertentu atau aparat negara yang bisa menimbulkan persepsi intiminasi. Jika diketahui adanya kegiatan yang tidak sesuai dengan ketentuan dan melanggar hukum akan dilakukan tindakan secara tegas dan terukur.

“Kita juga menyebarkan intelejen tidak berpakaian seragam untuk mengawasi masyarakat yang melakukan tindakan melanggar hukum. Posko paslon juga akan kita pantau secara situasional, kalau perlu juga akan kita amankan,” tegasnya.

Kapolres juga mengaku sedang melakukan penyelidikan pelaku penyebar selebaran mengandung isu provokasi. “Semua isu sara maupun provokasi akan kita tindak lanjuti, didunia nyata maupun didunia maya. Tapi, sampai saat ini baru satu laporan masuk di Bawaslu dan belum diserahkan ke Gakumdu. Kalau ada tindak pidana pasti Bawaslu akan serahkan ke Gakumdu untuk diproses,” tutupnya. (AD)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM