Cerdas menyekolahkan anak

Friday, June 29, 2018 | 11:22

Bagikan:
(Oleh: Dewantara, Pendidik)


TARAKAN - korandigitalnet.com - Sebentar lagi sebagian orang tua akan disibukkan memilih sekolah yang pantas untuk kelanjutan belajar buah hatinya. Saat ini macam sekolah semakin beragam. Pilihan yang semakin banyak itu kadang membuat kita sedikit bingung. 

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka (QS. An-Nisa ayat 9)”.

Bisa dipahami jika pendidikan bagi anak adalah prinsip dasar yang harus dipenuhi. Karena hanya dengan pendidikan sajalah kita bisa mempersiapkan masa depan anak-anak kita dengan lebih baik.

Anak yang tidak mengenyam bangku sekolah, akan menjadi generasi yang lemah, dan lebih dari itu bahkan mereka dapat menjadi problem bagi peradaban. 

Lembaga pendidikan seperti apa yang terbaik yang semestinya kita pilih? Tentu saja lembaga pendidikan yang tidak menyisihkan pendidikan akhlak mulia yang dilandasi nilai-nilai Islam.

Prasyarat itu harus dipilih karena tentu kita menghendaki anak-anak kita cerdas dan pandai namun kurang berakhlak dan terasing dari jiwa agama. Manusia yang pandai dan tidak berakhlak menjadi bahaya terhadap peradaban manusia. Koruptor dan pejabat lalim adalah salah satu contoh dari manusia yang pandai namun kepandaiannya tidak diterangi jiwa agama. 

Padahal dalam QS. Al-Tahrim ayat 6, kita diperintahkan oleh Allah untuk menjaga jangan sampai kita dan anggota keluarga terjerumus ke dalam neraka.

“Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaga malaikat-malaikat yang kasar, keras dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.

Jelas bahwa salah satu tanggungjawab orang tua terhadap anak adalah menyelamatkannya dari api neraka. Di antara jalan yang harus ditempuh untuk sampai kesana adalah dengan memberikan bekal ilmu agama yang memadai dalam diri anak. Anak harus mendapatkan pengetahuan akidah, ibadah, dan akhlak sesuai ajaran agama islam.

Masuk sekolah favorit adalah keinginan setiap anak dan juga orang tua. Namun standard nilai minimum yang ditetapkan pihak sekolah kerap menjadi kendala. Bagi yang nilai ujiannya rendah harus rela menerima kenyataan pahit dan segera mencari sekolah lain, itu semestinya. Tapi ada juga anak atau orang tua yang memaksakan kehendaknya agar bisa diterima dengan berbagai cara. Menyuap oknum sekolah adalah salah satunya. Berapa banyak orang dirugikan dengan adanya praktik suap menyuap semacam ini. Siswa yang berprestasi harus tergeser karena jatah kursinya sudah dibeli. Itulah sebabnya mengapa Islam melarang orang memberikan, menerima atau menjadi perantara suap.

Gagal masuk sekolah favorit bukan berarti gagal segalanya. Masih banyak sekolah yang bisa dipilih. Memilih sekolah hendaknya dengan mengukur kemampuan. Kemampuan ekonomi orang tua dan juga kemampuan daya pikir sang anak. Setiap anak memiliki bakat dan potensi yang berbeda. Tidak semestinya orang tua memaksakan pilihan sekolah kepada anak-anaknya. Secara ekonomi barangkali orang tua mampu ‘membeli’ bangku sekolah, tapi apa jadinya jika sang anak tidak bisa mengikuti pelajaran yang diberikan. Berikan kesempatan dan kepercayaan kepada anak untuk memilih sekolah. Arahkan dan berikan alasan yang bisa diterima jika pilihan mereka tak sesuai dengan harapan kita. Tidak selamanya baik juga jika anak diberikan kebebasan memilih sekolah sesukanya saja. Harus dimusyawarahkan, dipilih dan dipilah plus minusnya.

Memilih sekolah hendaknya tidak hanya melihat pada status negeri atau swasta saja, juga bukan hanya menjadikan kemegahan gedung dan kelengkapan fasilitas sebagai tolok ukurnya. Jauh lebih penting adalah memilih sekolah yang benar-benar memberikan lingkungan dan pendidikan seperti yang kita inginkan. Kita ingin anak-anak kita tumbuh menjadi anak yang taqwa, cerdas dan terampil sesuai dengan slogan pendidikan di negeri kita. Jika betul demikian, semestinya kita mencarikan sekolah yang selain memberikan pelajaran umum juga memberikan pelajaran agama dalam prosentase yang lebih besar. Sekarang ini sudah banyak berdiri sekolah-sekolah Islam terpadu atapun juga madrasah-madrasah yang dikelola secara modern dengan fasilitas-fasilitas yang tak kalah lengkap dibandingkan sekolah favorit pada umumnya. Bahkan, sekolah-sekolah seperti ini memiliki nilai plus karena disamping pelajaran umum yang diberikan, juga porsi pelajaran agama diberikan dalam jumlah yang lebih besar.

Memilih sekolah anak kita adalah merupakan pilihan. Saat ini sudah banyak lembaga pendidikan swasta milik lembaga Islam yang cukup bagus. Sudah barang tentu akan lebih utama jika kita memilih sekolah itu.(DW)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM