Belum Bayar Denda, Koruptor Tidak Dapat Remisi

Sunday, June 3, 2018 | 11:22

Bagikan:
Ilustrasi


KORANDIGITALNET.COM - TARAKAN - Idul Fitri nanti, ribuan narapidana yang beragama Islam se Indonesia akan mendapatkan remisi keagamaan. Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA sendiri, sudah ada sekitar 600 narapidana yang diusulkan untuk mendapatkan remisi.

Sementara, kata Kepala Seksi Pembinaan dan Anak Didik Lapas Tarakan, Baliono menuturkan sesuai Pasal 34 PP 99/2012, persyaratan lain mendapatkan remisi terdapat dalam Pasal 34A ayat (1) PP 99/2012 bahwa narapidana pidana khusus kasus korupsi, harus sudah membayar lunas denda dan uang pengganti sesuai dengan putusan pengadilan.

Di Lapas Tarakan ini ada empat terpidana kasus korupsi, MU untuk kasus korupsi Hibah Yayasan Paguntaka, AM yang terjerat kasus korupsi pengadaan papan visual videotron dan Kasus korupsi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo dengan terpidana HR dan YS.

"Napi pidana khusus kaitannya tindak pidana korupsi, ketentuan remisi harus denda lunas. Kalau tidak dibayar, berarti kan tidak memenuhi syarat," tandasnya.

Dari empat narapidana kasus korupsi ini, kata Baliono dua orang sudah vonis, sedang menjalani hukuman dan sudah membayar denda. Sementara dua orang lagi masih dalam tahap Kasasi di Mahkamah Agung.

" Tapi saat ini kan semua napi masih dalam tahap usulan. Kalau soal siapa yang dapat dan berapa potongan masa hukumannya belum jelas karena masih diusulkan ke Kantor Wilayah," bebernya.

Baliono mengungkapkan dari 1000 lebih tahanam didalam Lapas memang  tidak semua mendapatkan remisi. Artinya hanya yang memenuhi syarat saja, diantaranya berkelakuan baik, berjasa pada negara dan membantu tugas didalam Lapas.

"Ini remisi khusus keagamaan Idul Fitri, dari jumlah 600 orang lebih napi yang kita usulkan ini, kemungkinan akan bertambah karena masih ada yang belum selesai kasusnya," ungkapnya. 

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kemenkum HAM Kaltim, Agus Suryono memastikan jumlah remisi yang akan diberikan kemungkinan bisa mencapai ribuan
.
"Kan semua Lapas dan Rutan berhak mengusulkan napi yang sudah memenuhi syarat itu untuk mendapatkan remisi," tutupnya. (AD)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM