Ngaku Anggota KPK, YP Diamankan Polisi

Sabtu, 12 Mei 2018 | 19:19

Bagikan:
Tersangka YP saat berada di ruang pemeriksaan Polres Tarakan.(13/5)


KORANDIGITALNET.COM - TARAKAN - Entah apa yang difikirkan pria berinisialkan YP (40) yang harus berurusan dengan anggota kepolisian akibat ulahnya dengan mengaku sebagai anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) palsu, pada kamis (3/5).

YP diamankan petugas Satreskrim Polsek Tarakan Barat, dengan bermula laporan seorang warga yakni Ahmadi, merasa ditipu dan dimintai sejumlah uang oleh YP. Saat itu, YP menyamar jadi Anto dan menghubungi Ahmadi untuk minta dibuatkan Elektronik Kartu Penduduk (e-KTP), Selasa (1/5) lalu.

"Jadi YP ini mengetahui bahwa Ahmadi sering melakukan bantuan terhadap warga Tarakan untuk mengurus E-KTP dan mengambil tarif dengan harga Rp 75 ribu hingga Rp 100 ribu,” Kapolres Tarakan, AKBP Yudhistira Midyawan melalui Paur Subbag Humas Polres Tarakan, IPDA Taharman. Sabtu (12/5).

Mengetahui adanya indikasi pungatan liar (pungli), YP langsung menakut-nakuti Ahmadi, kalau pengurusan eKTP yang dilakukannya melanggar hukum karena meminta sejumlah uang. Disaat itu pula, YP langsung mengeluarkan kartu identitas KPK dan mengaku utusan dari KPK Pusat.

“Untuk lebih meyakinkan kalau dirinya seorang anggota KPK, YP juga mencatut nama Kapolres Tarakan yang pernah menangani kasus Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kelurahan Juata Laut,” ungkapnya.

Kemudian itu juga, Ahmadi yang saat itu merasa ketakutan lantaran berhadapan dengan anggota KPK gadungan hanya bisa terdiam. Disaat itu pula, YP berhasil mengelabui Ahmadi dan meminta sejumlah uang tunai agar kasus tersebut tidak dilaporkan ke Polres Tarakan.

“Awalnya Ahmadi memberikan uang Rp 400 ribu, karena merasa kurang YP kembali meminta sejumlah uang untuk nantinya dibagi berdua kepada oknum anggota Polres yang kerap disebutkan YP untuk menakuti korbanya,” ujar Taharman.

Karena tidak bisa berbuat banyak, dikatakan Taharman, Ahmadi yang kembali dimintai sejumlah uang, akhirnya menuruti kemauan KPK gadungan tersebut, dengan memberikan uang tunai Rp 2 juta.

“Setelah ada kesepakatan, Ahmadi dan YP kembali bertemu, untuk meyakinkan YP meminta Ahmadi bertemu diseputaran Mako Polres Tarakan, dan meminta Ahmadi masuk ke mobil memberikan sisa uang tersebut sebagai uang damai,” pungkas Tahraman.

Ahmadi yang sadar kalau dirinya baru saja menjadi korban penipuan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tarakan Barat. Setelah mendapat laporan dan mengetahui identitas pelakunya, Polisi langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan YP di rumahnya.

“Selain berhasil mengamankan YP, petugas juga menyita barang bukti (BB) lainnya seperti satu unit mobil, tas, surat tugas pers Koran Perangi Korupsi (KPK) lengkap kartu pers dan korannya, Handphone (Hp) dan uang tunai Rp. 59 ribu. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatnnya, YP dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan,” tutupnya. (AD/AS)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM