Menuju Universal Health Coverage (UHC) 2018 Provinsi Kalimantan Utara, BPJS Kesehatan Cabang Tarakan Ajak Masyarakat Untuk Mendaftarkan Diri Ke Program JKN-KIS

Rabu, 09 Mei 2018 | 22:39

Bagikan:
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tarakan, Wahyudi Putra Pujianto


KORANDIGITALNET.COM - Tarakan – Bulan April kemarin (23/04/2018) bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Provinsi Kalimantan Utara, Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambire, menyatakan melalui komitmennya bahwa Desember 2018 nanti Provinsi Kalimantan Utara akan menjadi provinsi yang menyusul 4 Provinsi lainnya mencapai Universal Health Coverage (UHC). Dimana, kategori sebuah daerah dinyatakan UHC adalah 95% atau lebih penduduknya sudah dijaminkan kesehatannya oleh BPJS Kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Di Provinsi Kalimantan Utara sendiri, terdapat 2 kabupaten yang sudah menyandang status UHC, yaitu Kabupaten Malinau dan Kabupaten Tana Tidung. Kabupaten Malinau sendiri menjadi yang pertama di Kalimantan yang memegang gelar UHC pada bulan November tahun lalu. Dan tahun ini menyusul Kabupaten Tana Tidung, dengan telah terdaftarnya 2.718 masyarakat Kabupaten Tana Tidung melalui Integrasi Jamkesda yang menggunakan APBD Provinsi Kalimantan Utara.

Berdasarkan data per Bulan April 2018, 538.224 masyarakat Kalimantan Utara sudah menjadi peserta JKN-KIS dengan perincian 191.553 peserta di Kota Tarakan, 22.061 peserta di Kabupaten Tana Tidung, 138.749 peserta di Kabupaten Nunukan, 78.622 peserta di Kabupaten Malinau, dan 107.239 peserta di Kabupaten Bulungan. Dari total seluruh penduduk di Kalimantan Utara 651.519 jiwa, masih ada 113.295 jiwa atau 17,4% lagi masyarakat yang belum terdaftar menjadi peserta JKN-KIS.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tarakan, Wahyudi Putra Pujianto, menyampaikan dalam kegiatan media gathering, bahwa kontribusi masyarakat juga tidak kalah penting dalam mendukung UHC Provinsi Kalimantan Utara yang ditargetkan akan terealisasi pada Bulan Desember 2018.

“Untuk masyarakat Provinsi Kalimantan Utara, baik di Kota maupun di Kabupaten, dihimbau untuk segera mendaftarkan dirinya menjadi peserta JKN-KIS. Di Kalimantan Utara sendiri, pendaftaran tidak harus datang ke kantor BPJS Kesehatan, tetapi sekarang ini bahkan melalui handphone pun bisa. Dengan download aplikasi Mobile JKN atau telepon ke 1500 400.

Siapkan KK, KTP, dan juga data seperti dimana fasilitas tingkat pertamanya, kelas berapa, Nomor HP, dan juga email. Untuk kelas 1 dan 2, juga dibutuhkan nomor rekening Bank Mandiri, BNI, dan BRI untuk bisa dilakukan auto debet.” papar Yudi.

Selain di Kantor Cabang, Aplikasi Mobile JKN dan telepon ke 1 500 400, pendaftaran peserta JKN-KIS kini bisa dilakukan dengan system dropbox. Jadi, peserta hanya tinggal melengkapi berkas pendaftaran dan memasukkannya ke dalam box yang terdapat di beberapa titik. Kemudian, petugas akan mengambilnya secara berkala. Virtual Account akan dikirim melalui email ataupun sms, dan kartu akan dikirim ke alamat peserta sesuai yang tertera dengan daftar isian peserta.

Untuk di wilayah Kota Tarakan, dropbox terdapat di Kecamatan Tarakan Utara, Puskesmas Karang Rejo, Puskesmas Gunung Lingkas, Kelurahan Pamusian, dan Kelurahan Kampung 1. Di wilayah Nunukan, dropbox bisa dijumpai di Kecamatan Nunukan Selatan, Puskesmas Sei Taiwan, Puskesmas Sei Nyamuk, Puskesmas Aji Kuning dan Kecamatan Karyan. Dan untuk Bulungan, terdapat Puskesmas Bunyu, Puskesmas Sekatak, Puskesmas Pimping, dan Puskesmas Salimbatu.

Selain dropbox, pendaftaran di luar kantor BPJS Kesehatan juga dapat dilakukan di Mobile Costumer Service, Kecamatan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kader JKN, dan juga website resmi BPJS Kesehatan.

“Harapannya, BPJS Kesehatan, Pemerintah Daerah baik provinsi maupun kabupaten atau kota, dan juga masyarakat Kalimantan Utara dapat bersinergi untuk bisa mencapai UHC di Bulan Desember 2018. Dan kami juga membutuhkan bantuan teman-teman media untuk bisa terus menyebarluaskan informasi seputar JKN-KIS. Dengan begitu, cita-cita Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 untuk memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh penduduk Indonesia di tahun 2019 bisa terwujud.” tutup Yudi. (AD)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM