Wow...!!! Tidak Lama DKP Kaltara Segera Buka Ekspor Hasil Perikanan Ke China

Kamis, 05 April 2018 | 17:53

Bagikan:
EKSPOR KEPITING : Saat rapat membahas tentang rencana ekspor hasil laut Kaltara ke Tiongkok, dibandara Juwata Tarakan.(5/4).



korandigitalnet.com - TARAKAN – Sejak sekian lama Kaltara tidak lagi mengekspor hasil perikanan, kini Dinas Kelautan dan Prikanan Provinsi (DKP) Kalimantan Utara (DKP) kembali mewacanakan untuk melakukan pengeksporan hasil laut Kaltara ke Tiongkok (Zenzen) China dengan mengunakan pesawat.

Dalam perencanaan tersebut, DKP bersama dengan Instansi lainnya melakukan rapat di Kantor Bandar Udara International Juwata Tarakan, tadi siang (5/4) sekitar pukul 02.00 wita sampai selesai. “Jadi kita tadi sudah rapat dengan Kepala Badara Juwata Tarakan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Pusat, KSOP, perwakilan maskapai penerbangan dan pelaku usaha lainnya,” jelas Kepala DKP Kaltara, Amir Bakri, saat ditemui awak media usai rapat.

Dirinya berharap dengan rapat yang dilakukannya tersebut, berjalan dengan seterusnya dalam proses Ekspor tersebut agar tidak terjadinya kegagalan dalam pengiriman hasil laut ke luar Negeri tersebut. “Tadi kita sudah membahas tentang Maskapai untuk mengangkut hasil perikanan itu,” ujarnya.

Selain itu, dengan adanya Ekspor hasil laut tersebut bisa mengembangkan hasil perikanan di wilayah Kaltara. Pasalnya, sebelum adanya rencana Ekspor yang langsung menuju China tersebut. para pengusaha di Tawau mengarap untung besar. “akan kemarin-kemarin kita mengeskpor melalui Tawau dan Tawau menjual langsung ke China dengan meraup untung yang begitu tinggi. Contohnya aja seperti Kepiting, padahal kan itu dari kita juga, tetapi mereka menjual dengan harga tinggi lagi ke China,” terangnya.

Menurut Amir, gagalnya ekspor kepiting sebelum ini karena minimnya dukungan dari para pengusaha perikanan di Kaltara, lewat cargo. Sementara, pengiriman via cargo jika kurang dari kapasitas akan mengalami kerugian.

Kali ini, DKP memanfaatkan penerbangan pesawat cargo ke Zhengzhou Xinzheng International Airport, China yang kosong dari Jakarta. Sementara, dari China ke Jakarta membawa barang elektronik.

“Nantinya pesawat itu dari China, mengantar barang ke Jakarta, setelah itu kita suruh mampir pesawatnya ke Tarakan untuk mengangkut hasil perikanan itu dan juga hasil perikanan tiba lebih cepat karena hanya 4 jam perjalanan,” tuturnya.

Kemudian itu juga, dirinya targetkan 7 ton di pengiriman pertama dan di subsidikan 2 ton selama dua bulan pengiriman. “Kita yakin bisa capai target, kan selama ini produk yang keluar setiap hari lebih dari 20 ton,” bebernya.

Terpisah, VP Commercial Carding Air, Bobby Akbar mengatakan, rencana pengesporan tersebut akan direncanakan penerbangan selama lima hari dalam seminggu. “Jadi harinya, Senin, Selasa, Rabu, Sabtu dan Minggu, kita juga target bisa terlaksana April ini dengan mengunakan Maskapai PT Cardigair (jenis pesawat Boeing 737 – 300 Freighter),” singkatnya.

Kemudian, Kepala Bandara saat ini, Elfi Amir. Ia pun menuturkan, keinginannya untuk memiliki pesawat yang Derek, baik penumpang dan cargo langsung keluar negeri bisa terealisasi. “Semoga pengeksporan hasil laut ini bisa segera dilakukan dan nantinya pesawat itu mendarat sore pukul 17.00 wita dan akan terbang pukul 19.00 wita,” tutupnya. (AD/AS)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM