Tidak Punya Cukup Bukti, Kasus Keracunan SMPN 2 Tarakan Dihentikan

Rabu, 04 April 2018 | 16:32

Bagikan:

korandigitalnet.com - TARAKAN – Kasus keracunan siswa siswi Sekolah Mengah Pertama (SMP) Negeri 2 Tarakan 7 Februari lalu, kini Satreskrim Polres Tarakam menghentikan penyelidikan kasus tersebut.

Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit, melalui Paur Subbag Humas Ipda Taharman mengatakan, pihaknya telah menerima hasil Laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda beberapa waktu lalu. Namun, hasilnya tersebut tidak ada indikasi bahan yang bisa mengakibatkan racun. 

"Jadi kita masih lakukan penyelidikan, nanti kita akan gelar lagi, jika sudah digelar dan tidak ada unsur tindak pidana, bisa jadi kita akan hentikan kasus itu," jelasnya, saat ditemui, rabu (4/4).

Namun, kata dia karena dari hasil laboratorium tidak ditemukan adanya indikasi penyebab keracunan dari makanan yang dijual di kantin sekolah tersebut, ia memastikan penyelidikan akan dihentikan.

“Bisa saja kita hentikan, sementara ibu kantin saat ini wajib lapor," terangnya.

Lanjutnya, Taharman mengungkapkan karena hasil laboratorium tidak menyebutkan sample makanan di kantin SMP Negeri 2 yang diujikan ini tidak ada indikasi keracunan, maka alat bukti menjadi tidak kuat.

“Dari hasil Lap BPOM itu tidak ada bakteri yang ditemukan, jadi kita tidak cukup bukti untuk melanjutkan ke penyidikan," bebernya. (AD/AS)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM