Disaksikan Menteri Kemaritiman, Gubernur Kaltara Menandatangani MoU dengan Pihak RRT

Saturday, April 14, 2018 | 14:52

Bagikan:
Photo Bersama : Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan, Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie dan peserta delegasi di RRT beberapa hari lalu.(12/4)




KORANDIGITALNET.COM - TIONGKOK - Suatu kabar gembira bagi masyarakat Kalimantan Utara, progres kemajuan yang signifikan pada pertemuan Belt and Road Trade and Investment di Beijing China (Tiongkok), telah dilakukan pertemuan khusus antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Sekaligus penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding), Kerjasama perusahaan Indonesia dan China untuk investasi di Kaltara.

Menurut Gubernur Kalimantan Utara Dr Ir H Irianto Lambrie, bahwa, Beberapa perusahaan telah menandatangani MoU tersebut,"Perusahaan yang telah sepakat adalah, PT Kayan Hidro Energy, PT Dragon Land, PT Kayan Energy Lestari, PT Kayan Hidro.  Power Nusantara, PT Wijaya Karya dan beberapa perusahaan lainnya," Katanya.

Dari perusahaan China yang siap dan sudah menandatangani MoU, Gezhouba Grup melalui PT Gezhouba Kaltara, China Gold, Sinopec, PT Han Energy, China Power, Chona Three Georges dan beberapa perusahaan besar lainnya.

"Saya selaku Gubernur Kaltara, penandatanganan MoU, juga disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, bapak Luhut Panjaitan, Kepala BKPM bapak Thomas Lembong dan beberapa pejabat kementerian, baik dari Indonesia maupun dari RRT," terang Irianto.

Lebih lanjut, Gubernur Kaltara ini berharap, agar MoU tersebut bisa segera ditindaklanjuti dengan progres selanjutnya di lapangan,"Harapan kita semua agar investasi di Kaltara bisa terealisasi dan terwujud, tentunya memerlukan dukungan dari semua pihak, utamanya masyarakat Kaltara, yang sangat mengharapkan percepatan terealisasinya investasi di Kaltara," Harap Irianto.


Dari investasi ini, nantinya akan membuka lapangan kerja seluas-luasnya, dan tentunya akan menumbuhkan ekonomi di Kaltara, sehingga, pada akhirnya kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat.

"Disela-sela penandatanganan MoU, tadi saya menyempatkan bertemu Vice President PT Han Energy bersama Assiten Deputi Kemenko Maritim, Han Energy yang memiliki bendungan dan PLTA berkapasitas 1000 Megawatt di Lixiang dan PLTA 250 MW di Sri Sembakung, Nunukan," Urai Irianto.

Pihak Energy menyebutkan, bahwa, bisa menyelesaikan bendungan dan PLTA tahap 1 dengan kapasitas 250 MW dalam waktu hanya 3 tahun selesai, Pihak Han Energy sekarang dalam tahap melengkapi izin Amdal.

"Sesuai MoU tadi, di Indonesia perusahaan ini akan berpartner dengan PT Kaltara Energi Lestari, Izin lokasi dan prinsip sudah ada, selain untuk memenuhi listrik, dengan adanya bendungan ini diharapkan juga bisa mengatasi banjir yang selama ini kerap terjadi di Sembakung," Tutup Gubernur Kaltara ini. (Babe/AS)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM