Diduga Menjual Lem Alteco Palsu, HL, Pemilik Toko Di Jalan Diponegoro Diamankan Polisi

Sunday, April 15, 2018 | 14:29

Bagikan:
ALTECO PALSU : Saat petugas Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Tarakan, mengamankan lem ALTECO yang diduga palsu.(11/4).



KORANDIGITALKET.COM - TARAKAN - Dengan adanya beredar lem Alteco palsu di Kaltara, khususnya Kota Tarakan , Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Tarakan telah melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan lem Alteco palsu tersebut disebuah Toko, yang terletak di Jalan Diponegoro.

"Jadi kita sudah lakukan penyelidikan, dan mendapatkan toko dengam inisial SM bersama 8 dos lem Alteco palsu dengan pemilik toko berinisialkan HL, pada rabu kemarin (11/4)," jelas Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit, melalui Kasat Reskrim, AKP Choirul Jusuf.

Lanjut Choirul, pemilik toko yang berinisiakan HL tersebut, saat ini masih dalam pemeriksaan Unit Tipiter Satreskrim Polres Tarakan dengan mencari tahu dimana HL mengambil barang Alteco tersebut.

"Kita sudah mengamankan HL pemilik toko tapi dia ini belum mengaku membeli barang palsu itu dimana," tuturnya.

Selain itu, Rencananya barang bukti Alteco palsu itu akan di distribusikan ke toko-toko lainya di kota Tarakan. Sementara untuk membuktikan itu Alteco palsu kita akan membawa barang bukti itu ke laboratorium Kriminal.

"Jadi kita masih menunggu hasil Lab," terangnya.

Sementara itu, dengan adnya laporan beredarmya lem Alteco palsu dipasaran, pihak Alteco merasa dirugikan dan pihak Alteco juga merasa dalam pemasaran produknya belakangan hari ini penjualan di Kaltara menurun, sehingga pihak Alteco terjun lansung ke Kaltara untuk memastikan. Ternyata memang banyak beredar di Kaltara khususnya Tarakan banyak lem Alteco palsu beredar.

"Jadi pemilik toko itu bila benar terbukti, akan melanggar undang-undang Nomor 20 tahun 2016 tentang merek dan indikasi geografis. Jadi pasal tersebut menyebutkan barang siapa yang membuat barang sama dan diketahui mereknya dipunya merek orang lain. Sesuai ancaman masih ringan yaitu 1 tahun dan denda Rp. 200 juta,” tutupnya. (AD/AS)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM