Astaga !! Suami Tega Lempar Istri Dengan Kursi

Friday, April 13, 2018 | 18:38

Bagikan:
Ilustrasi


KORANDIGITALNET.COM - TARAKAN – Entah apa yang menjadi pemicu pertengkaran terhadap rumah tangga Anton dan Rahmawati warga jalan Bhayangkara, Gang Pribadi, RT 60, Kelurahan Karang Anyar, yang dimana Anton harus berurusan dengan Kepolisian akibat melempar sang istri dengan kursi sofa, pada rabu (11/4), sekitar pukul 17.30 wita.

Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit, melalui Paur Subbag Humas Ipda Taharman mengatakan, awal kejadian Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tersebut berawal  dari pertengkaran mulut Anton terhadap Istrinya Rahmawati dirumahnya. 

“Kita tidak tahu persis penyebab pertengkaran pasangan suami istri itu, Jadi saat cekcok mulut itu Anton tiba-tiba mengambil kursi yang saat itu berada di depan kamar korban dan dilemparkan ke arah korban sebanyak 2 kali,” jelasnya.


Lanjutnya, saat pelemparan kursi itu, Rahmawati sempat menangkis leparan sang suami dengan mengunakan tangan. Sehingga korban yakni, Rahmawati mengalami memar bagian tangannya akibat menahan lemparan kursi tersebut.

“Sudah dilempar dua kali, Anton langsung menutup pintu rumah dan mengusir korban untuk keluar rumah,” terangnya.

Tdak puas dengan mengusir Rahmawati sang istri, Anton  suami Rahmawati mengambil senjata tajam dan mengancam istrinya tersebut. “Jadi Anton itu mengatakan kepada istrinya, kuparangi kau wanita anjing,” ujar Taharman.

Mendengar ancaman tersebut, Rahmawati pun berlari dan meminta tolong kepada ketua RT. “Rahmawati meminta tolong untuk mengambil anaknya yang masih bayi di dalam rumahnya,” terangnya. 

Kemudian itu, Pak RT usai mengambil anak Rahmawati, ketua RT pun melaporkan kejadian ini ke Polisi. “Mengetahui laporan tersebut petugas kepolisian Polres Tarakan dengan sigap langsung mendatangi rumah Rahmawati dan mengamankan Anton ke Mako Polres Tarakan guna diproses lebih lanjut,” tuturnya.

Sementara itu, akibat kejadian KDRT tersebut, Rahmawati mengalami memar di tangannya dan kepolisian Polres Tarakan mengamankan barang bukti satu buah kursi dan sebilah parang. “Anton saat ini sudah kita amankan di Rutan Polres Tarakan dan akan dikenakan UU 23 Tahun 2002, tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Pasal 44 ayat 1 dengan ancaman penjara paling lama 5 Tahun,” tutupnya. (AD)
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI

SUARAKALTARA.COM

KOMANDOKALTARA.COM